
Hanya Allah yang tahu kapan Malaikat Izrail ini mencabut nyawa kita.
Baru saja Malaikat Izrail mencabut nyawa Mbah Surip. Di tengah ketenaran dan karirnya yang melambung tinggi, Mbah Surip pulang...
Ketika baru saja menanamkan kesan di hati para pecinta musik Indonesia, Mbah Surip tiba2 dipanggil Allah.
Ya itulah rahasia Allah.
Mba Surip meningggalkan banyak kesan juga di hatiku. Bukan karena aku mengidolakannya, namun karena aku banyak belajar darinya.
Di saat usianya senja, dia masih semangat mencari nafkah.
Lihat saja kerutan tua di wajahnya yang tampak begitu lelah namun bahagia.
Hanya tawa dan ceria yang ada dalam kesehariannya.
Di saat mungkin sedih ada di hatinya, dia masih bisa ceria.
Di saat kekayaan melimpah dan popularitas di tangannya, dia masih bertahan dalam kesederhanaannya.
Di saat yang lain sibuk menampakkan dirinya seperti orang kaya, dia masih bertahan menjadi dirinya sendiri.
Sungguh kepribadian yang indah.
"Tak Gendong Kemana-mana". Lagu ini selalu pupu nyanyikan sejak aku masih hamil.
Untuk menunjukkan sayangnya, pupu selalu menghiburku dengan lagu ini. Pupu pengen menggendong aku kemana2 walau badanku seberat karung beras waktu itu (so sweet).
Walau mungkin ujung2nya bukan digendong, tapi digeret (karena gak kuat.hehe)
"Tak Gendong Kemana-mana". Lagu ini juga selalu pupu nyanyikan sejak Imma lahir sampe sekarang. Makanya Imma jadi cucunya Mbah Surip yang selalu minta gendong.
Selamat Jalan Mbah Surip, moga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya. Amin.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar