Rabu, 30 September 2009

Lebaran tergaring

Lebaran taun ini adalah lebaran pertama bareng Imma, tapi garing pisan euy.
Gara2 bunda masuk kerja 2 hari sebelum lebaran (tanggung seh sebenernya), jadi kita ke bandung sebelum lebaran. Trus sebelum ke bdg, mampir ke mjl dulu 2 hari istirahat, tapi ci imma gak betah karena puanas banget, sebenernya sama seh sama di karangampel, tapi kan di rumah eyang mamah pake AC, jadi adem2 ajah.
Trus kalo ci imma dari mjlk trus ke bdg, trus ke mjlk lagi lebaran kasian ci imma. jadi kita semua memutuskan untuk lebaran di bandung. tapi eyang ma ateu..pas subuh hari lebaran langsung ke mjlk lagi. Jadi di rumah cuma bertiga deh, Imma, ayah ma bunda ajah. Sepi banget kan?? Mana di komplek orang2 pada mudik lagi. Yg ada cuma tante Santi aja karena dia asli bandung. Itu juga siangnya pergi ke rumah ibunya. Lah kita bertiga di rumah ajah.Garingggg pisan (kriuk..kriuk).











--> Subuh, sesaat sebelum eyang &ateu2 pulang ke majalengka
PAling kiri: ateu agie (yg paling mirip ma bunda), ateu idut (yg paling bawel &rame), ateu fantri alias ateu neneng boneng (yg paling pendiem&paling kurus, liat aja badannya gedean ateu agie yg jadi adiknya)


Sebenernya, pengen banget ikut sholat ke mesjid nemenin ayah, tapi berhubung gak ada mobil, trus Imma juga bobo jadi ayah ke mesjid sendirian.















--> Neh imma udah mandi mau lebaran ke tetangga (padahal tetangga cuma satu)


Bunda juga dandan, pokoknya hati itu dibuat kayak lebaran deh, trus kita ke tetangga satu2nya. pas mau keliling, eh tengganya gak ada. Jadi balik lagi deh ke rumah. Nah, untuk memeriahkan hari lebaran di rumah mesra, kita foto keluarga dulu deh. hehehe...Ini dia hasil foto mesra keluarga kita. Maaf yah kalo foto ayah ma bunda nya di crop, soalnya takut ada yg ngefans lagi.












--> Sedih banget deh foto lebaran cuma bertiga gini, mana eyang, uyut, ateu2,nenek, uwak2, dan sodara2 yg lain?? Btw, sapa tuh yg foto???


















Selasa, 29 September 2009

3rd Month My Lovely Imma

Lama banget yah gak update blognya. Soalnya sibuk ngurusin imma. Soalnya sekarang udah di rumah mesra di bandung, udah gak ada eyang mamah yg bantuin ngurus imma.
Gak kerasa imma udah 3 bulan. tapi foto ini diambil seh masih 2.5 bulan menjelang 3 bulan.banyak banget momen yg udah imma lewatin yg belum imma ceritain di sini. Setelah tour, karangampel-indramayu (pamit ma eyang mama ung, ma uyut mimi (ibunya ibu bupati indramayu)),indramayu-majalengka(singgah ke uyut enin,uyut engki,ma sodara2 yg lain), majalengka-bandung. akhirnya sampe dibandung juga setelah 2 bulanan di rumah eyang mamah. Bunda seh pake masuk kerja sebelum lebaran segala. jadi kita ke bandung sebelum lebaran deh.

Oh iya, ci moment yg udah dilewatin imma di karangampel : buka puasa di mina ayu (pinggir pantai), buka puasa di telaga remis makan ikan bakan, buka puasa di CSB (Cirebon Super Blok), tiap bulan imunisasi ke cirebon, nginep di hotel eyang papah, naik becak ma bunda, maen bareng ma ami (anaknya uwak lala di depan rumah),dll. Pokoknya kenangan tak terlupakan deh. Kacian eyang mamah sepi deh sekarang di rumah.

Makasih buat temen2 mamah& papah yg udah nengokin imma : mama ung, mami odang, keluarga besar dinas pendidikan ind, bu yance & keluarga (ibu bupati & mimi sekeluarga), sodara2 semua di majalengka.

di akhir 2 bulan, awal 3 bulan ini imma makin cantik, makin putih, makin ndut.
- imma udah cerewet, ngocehnya makin banyak kosakatanya
-suka teriak&ketawa ngakak, suka banget cerita dan ngobrol ma ayahnya
-belajar tengkurep, tinggal angkat tangan yg ditindih
-belajar ambil sendiri & megang mainan
-udah ngeyot tangan sendiri
-suka banget alias anteng di depan tv
-angkat2 kepala kalo ditidurin
-suka banget didudukin, udah tegak kalo didudukin
-berat :6kg, panjang :70cm.
hmm apalagi yah..

Imma buat bunda selalu kangen kalo di kantor, yg diliat selalu foto2 Imma.

Oh iyah, imma minum susu pake sendok kalo ditinggal bunda ke kantor, gak mau pake dot, lagian kata dokter bagusan pake sendok. dari artikel yg bunda baca dan kata dokter, keuntungan pake sendok : biar gak bingung putih, pertumbuhan gigi lebih rapi dan bagus, trus gampang di sapih. Lagian biar Imma cepet bisa minum pake gelas. sekarang ajah kalo disuapin ma eyang mamah suapan terakhir suka disuruh minum digelas langsung.hehhe. dasar ci eyang mamah.

Yuk langsung ajah liat foto2 Imma.



















Kutemukan sifatku yang menurun sama Imma : Pantang menyerah.
Imma gak pernah putus asa untuk bisa tengkurap. dari umur 2 bulan Imma udah mulai belajar tengkurap. dari sekian percobaan, cuma 3 kali imma bener2 bisa tengkurap.
Dengan sekuat tenaga, kadanga sampai teriak udah bisa mengangkat tangan yg ditindih dan angkat kepalanya. Liat aja tuh mulutnya sampe monyong2.hehehe.Semangat Imma...
















--> Ayo bunda, kita ke majalengka...
















--> Sebelum ke Majalengka, foto ma eyang mamah dulu ah..




















--> Sebelum pulang ke mejalengka, foto juga ma Ami. Foto ini diambil Ami 1 bulan, imma 2.5 bulan. Tuh dede aminya nangis laper mau nyusu, ci imma mah bangun tidur manyun gitu.














-->Gaya Imma tidur yg kayak gini neh gaya terfavoritnya.














--> Imma baru dateng dari majalengka. Asyik..udah di rumah Imma neh..uh ademnya..gak panas kyk di majalengka ma di ind.










--> Rumah mesra kita. Tuh ada si blacky. Tuh tongnya ngerusak pemandangan rumah aja seh.
Rumah mesra ini 4L (loe lagi loe lagi). Biar pun 4L nikmatnya di rumah sendiri.hehehe











--> Imma kayak MANOHARA ajah..hehhe













--> suka banget imma didudukin gini.














--> Imma mau ikut bunda ke kantor. Soalnya bunda belum nyetok asinya seh..

PERATURAN BERSAMA TIGA MENTERI TENTANG PENINGKATAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU SELAMA WAKTU KERJA DI TEMPAT KERJA

Yipi menemukan kembali peraturan mengenai peningkatan pemberian asi selama waktu kerja di tempat kerja, sangat penting untuk ibu menyusui saat kembali bekerja setelah cuti hamil dan melahirkan. SK tiga menteri ini dapat dijadikan acuan saat mengkomunikasikan agar ibu mendapat waktu memerah asi di tempat kerja dengan atasan di kantor dll. Ayo semangat....

--------------------------
----------------------------------------

PERATURAN BERSAMA MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, MENTERI TENAGA KERJA
DAN TRANSMIGRASI, DAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008, DAN 1177/MENKES/PB/XII/2008 TAHUN 2008 TENTANG PENINGKATAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU SELAMA WAKTU KERJA DI TEMPAT KERJA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI, DAN
MENTERI KESEHATAN

Menimbang:
a. bahwa setiap ibu berkewajiban memberikan air susu ibu kepada anaknya.
b. bahwa setiap anak berhak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental spiritual
maupun kecerdasan untuk mewujudkan kehidupan terbaik bagi anak;
c. bahwa 80% (delapan puluh persen) perkembangan oleh anak dimulai sejak dalam kandungan sampai
usia 3 (tiga) tahun (periode emas), sehingga diperlukan pemberian air susu ibu eksklusif 6 (enam) bulan
diteruskan sampai anak berusia 2 (dua) tahun;
d. bahwa belum optimal pelaksanaan kesetaraan dan keadilan gender dan perlindungan fungsi reproduksi (matemal) mengakibatkan perempuan bekerja mengalami kesulitan dalam pemberian air susu ibu;
e. bahwa karena masa istirahat sebelum dan sesudah melahirkan hanya ditentukan selama 3 (tiga) bulan, maka pekerja/buruh perempuan setelah melahirkan anak harus diberi kesempatan sepatutnya untuk memberikan air susu ibu kepada anaknya atau memerah air susu ibu selama waktu kerja di tempat kerja;
f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e perlu menetapkan Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan tentang Peningkatan, Pemberian Air Susu Ibu
Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Mengingat:
1. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235);
4. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2005;
7. Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi tentang Hak-Hak Anak
(Convention Rights Of The Child) (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1990);
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian Air Susu Ibu Secara
Eksklusif Pada Bayi Indonesia.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
PERATURAN BERSAMA MENTERI NEGERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, MENTERI TENAGA KERJA
DAN TRANSMIGRASI DAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PENINGKATAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU
SELAMA WAKTU KERJA DI TEMPAT KERJA

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bersama ini yang dimaksudkan dengan:
1. Air Susu Ibu yang selanjutnya disebut ASI adalah cairan hidup yang mengandung sel-sel darah putih,
imunoglobulin, enzim dan hormon, serta protein spesifik, dan zat-zat gizi lainnya yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan anak.
2. Peningkatan Pemberian ASI selama waktu kerja di tempat kerja adalah program nasional untuk
tercapainya pemberian ASI eksklusif 6 (enam) bulan dan dilanjutkan pemberian ASI sampai anak berumur
2 (dua) tahun.
3. Memerah ASI adalah upaya mengeluarkan ASI dari payudara ibu secara manual atau dengan
menggunakan alat khusus.
4. ASI perah adalah ASI yang telah dikeluarkan dari payudara ibu baik secara manual maupun
menggunakan alat khusus.
5. Tempat kerja adalah ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya.
6. Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri.
7. Pengusaha adalah:
a. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik
sendiri;
b. orang perseorangan atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan
miliknya;
c. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesia yang mewakili
perusahaan sebagaimana dimaksud huruf a dan b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia.
8. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.
9. Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan
bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan
pekerja/buruh.
10. Peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syaratsyarat kerja dan tata tertib perusahaan.
11. Perjanjian kerja bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat
pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/terikat buruh yang bercatat pada instansi yang
bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha, atau beberapa pengusaha atau
perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.
12. Petugas terlatih adalah petugas yang telah mengikuti pelatihan tentang laktasi.

BAB II
TUJUAN

Pasal 2
Tujuan Peraturan Bersama ini adalah:
a. memberi kesempatan kepada pekerja/buruh perempuan untuk memberikan atau memerah ASI selama
waktu kerja dan menyimpan ASI perah untuk diberikan kepada anaknya;
b. memenuhi hak pekerja/buruh perempuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anaknya;
c. memenuhi hak anak untuk mendapatkan ASI guna meningkatkan gizi dan kekebalan anak; dan
d. meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

BAB III
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Pasal 3
(1) Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan bertugas dan bertanggung jawab:
a. memberikan pengetahuan dan pemahaman pada pekerja/buruh perempuan tentang pentingnya
ASI bagi tumbuh kembang anak serta kesehatan pekerja/buruh perempuan;
b. memberikan pemahaman keadaan pengusaha/pengurus di tempat kerja tentang pemberian
kesempatan kepada pekerja/buruh perempuan untuk memerah ASI selama waktu kerja di tempat kerja.
(2) Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi bertugas dan bertanggung jawab:
a. mendorong pengusaha/pengurus serikat pekerja/serikat buruh agar mengatur tata cara
pelaksanaan pemberian ASI dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama dengan
mengacu pada ketentuan Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan;
b. mengkoordinasikan permasyarakatan pemberian ASI di tempat kerja.
(3) Menteri Kesehatan bertugas dan bertanggung jawab:
a. melakukan pelatihan dan menyediakan petugas terlatih pemberian ASI;
b. menyediakan, menyebarluaskan bahan-bahan komunikasi, informasi dan edukasi tentang
peningkatan pemberian ASI.

BAB IV
PEMBINAAN
Pasal 4
(1) Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan
Departemen Kesehatan dalam upaya melaksanakan peningkatan pemberian ASI selama waktu kerja di
tempat kerja melakukan pembinaan secara bersama-sama.
(2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi sosialisasi, pelatihan, pemantauan dan
evaluasi.
(3) Hasil Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan sebagai bahan masukan bagi
pelaksanaan Program Peningkatan Pemberian ASI.

Pasal 5
(1) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dilakukan oleh kelompok kerja.
(2) Kelompok kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari wakil Kementerian Negara
Pemberdayaan Perempuan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Departemen Kesehatan
yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.

Pasal 6
Biaya pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dibebankan kepada anggaran
Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan
Departemen Kesehatan sesuai bidang tugas masing-masing.

BAB V
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 7
Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan Di Jakarta,
Pada Tanggal 22 Desember 2008
MENTERI NEGARA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN,

ttd

MEUTIA HATTA

MENTERI TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI,

ttd

SWASONO ERMAN SUPARNO

MENTERI KESEHATAN,


ttd

SITI FADILAH SUPARI

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 450/MENKES/SK/IV/2004 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSIF

Mudah2an artikel ini bermanfaat untuk ibu2 yang ingin tahu bagaimana pentingnya asi eksklusif. sebenernya aku semangat ngumpulin artikel ini karena kekecewaanku pada seseorang (ahli kesehatan) yang gak menganjurkan asi eksklusif, padahal aku sedang semangat2nya untuk terus berusaha bisa lulusin imma asi eksklusif. Seseorang itu tidak tahu betapa pentingnya asi eksklusif. malah menanyakan tentang pengesahan dari dinas kesehatan lah dan WHO. bahkan dia gak tau kalau ibu yg bekerja bisa terus memberikan asi eksklusif 6 bulan dengan ASI PERAH yang bisa disimpan di kulkas. Seseorang itu terus bilang "Ibu yg bekerja gak bisa memberikan asi eksklusif pada bayi". Untuk ibu2 yg punya masalah sama kayak aku, atau untuk memperkuat orang2 di sekitar kita tt pengetahuan ASI, aku lampirkan artikel dari dinas kesehatan berikut, dari WHO juga ada.Link di bawah juga mungkin bisa membantu.

www.worksitelactation.com
http://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
http://www.who.int/child_adolescent_health/documents/infant_feeding/en/index.html
http://www.worksitelactation.com/

-----------------------------------------------
ASI Ekslusif ada kepmennya lo. Kepmen ini dapat dijadikan acuan dasar hukum sebagai konsumen kesehatan ysang cerdas. Go ASI Ekslusif.

----------------------------------------------

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 450/MENKES/SK/IV/2004 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSI


MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:

1. bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi;
2. bahwa untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 (dua) tahun;
3. bahwa sehubungan dengan huruf a dan b perlu menetapkan pemberian ASI Eksklusif dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

Mengingat:

1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656);
3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3867);
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor No.1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan:

Pertama : KEPUTUSAN MENETRI KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSIF BAGI BAYI DI INDONESIA

Kedua : Menetapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak bayi lahir sampai dengan bayi berumur 6 (enam) bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 (dua) tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Ketiga : Semua tenaga kesehatan yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan agar menginformasikan kepada semua Ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif

Keempat : Tenaga Kesehatan dalam memberikan informasi sebagaimana dimaksud Diktum Ketiga agar mengacu kepada Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini.

Kelima : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

LAMPIRAN

SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI (LMKM)

1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai kebijakan Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas;
2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut;
3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui;
4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar;
5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis;
6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir;
7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari
8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui
9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI
10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal : 7 April 2004

MENTERI KESEHATAN
ttd.
Dr. ACHMAD SUJUDI

Sabtu, 19 September 2009

Puisi Taufik Ismail

CERITA SEORANG ANAK YATIM PIATU SELEPAS PESTA ULANG TAHUN TETANGGANYA
1 Seminggu lalu datanglah undangan Untuk kami anak-anak penghuni Panti Asuhan Diantarkan seorang ibu dan anak gadisnya Sekolahnya kira-kira di SMA Mereka naik Corolla biru Dari pakaian, cara bicara dan perilaku Kelihatan tamu ini orang gedongan Golongan yang hidup lebih dari kecukupan. Mereka mengundang anak-anak Panti Asuhan Untuk ikut acara ulang tahun Rebo jam tujuh malam. Dan berangkatlah kami pada waktu yang ditentukan Berjumlah dua puluh tiga, termasuk bapak dan ibu asrama Jalan kaki bersama, karena jaraknya cuma terpisah sepuluh rumah saja Rombongan disilakan masuk dengan ramah Dan anak-anak berusaha duduk di belakang-belakang saja Tapi disuruh berbaur dengan tamu-tamu lainnya Para remaja belasan tahun Mereka sehat-sehat, harum-harum Berbaju mahal dan tembem-tembem pipinya Saya berjuang melawan sifat minder saya Duduk di tengah ruang tamu yang luas Di atas karpet bersila, pegal dan canggung Di antara jajaran barang antik dan macam-macam perabotan Di bawah lampu keristal bergelantungan. Tapi alangkah aku jadi heran Tidak ada acara potong kue dan tiup lilin Tidak ada tepuk tangan mengiringi Lagu Hepi-Bisde-Tuyu Hepi-Bisde-Tuyu. 2 Lalu seorang remaja membaca Surah Luqman Dengan suara amat merdunya Dan suaranya berubah jadi untaian mutiara Yang berkilauan jadi kalung di leher pendengarnya. Kemudian Lia yang berulang tahun Berpidato sangat mengharukan ”Dalam acara seperti ini Bukan saya yang jadi pusat perhatian Diperingati atau dihargai Tapi mama Ya, mama kita Ibunda kita Dan ayahanda. Ibunda dan ayahanda Pusat perhatian kita. Hari ini, enam belas tahun yang lalu Mama melahirkan saya Posisi saya sungsang Saya terlalu besar Jadi mama harus sectio Caesaria Mama dibedah, berdarah-darah Seluruh keluarga khawatir dan berdoa Di luar ruang operasi duduk menanti berita Dalam kecemasan luar biasa Tapi alhamdulillah kelahiran selamat Walau pun mama sangat menderita Sekarang ini, enam belas tahun kemudian Ulang tahun saya dirayakan Saya pikir, tidak logis saya jadi pusat perhatian Harus mama yang jadi pusat perhatian Mama. Bukan saya Saya pikir, tidak logis saya minta kado Harus mama yang diberi kado...” Anak gadis itu berhenti sebentar Dia sangat terharu Kemudian dia mengambil sebuah bungkusan Kertas berkilat, diikat pita berbentuk bunga ”Mama Terima kasih mama, terima kasih Mama telah melahirkan saya Dengan susah payah Mama menyabung nyawa Berdarah-darah Persis malam ini, 16 tahun yang lalu Terimalah rasa terima kasih ananda Tidak seberapa harganya.” Mamanya berdiri Terpukau pada kata-kata anak gadisnya Terharu pada jalan pikirannya Yang dia tak sangka-sangka Dia langsung memeluk anaknya Terguguk-guguk menangis Keduanya tersedu-sedu Hadirin menitikkan air mata pula Suasana mencekam terasa Dan hening agak lama 3 Kemudian kakak pembawa acara berkata ”Para hadirin yang mulia Ini memang kejutan bagi kita Karena dengan tahun yang lalu acara ini berbeda Lia tidak mau tiup lilin jadi acara Karena ditemukannya di ensiklopedia Manusia di Zaman Batu di Eropah Percaya pada kekuatan nyala lilin, begitu tahayulnya Bisa mengusir sihir, roh jahat, leak dan memedi begitu katanya Termasuk sijundai, setan, hantu, kuntilanak dan gendruwo Dan itu berlanjut ke zaman Romawi kuno Lalu dikarang lagi berikutnya superstisi Yaitu apabila lilin-lilin itu sekali tiup nyalanya semua mati Maka akan terkabul apa yang jadi cita-cita di dalam hati. Lia tidak mau acara ulang tahunnya oleh tahayul jadi bernoda Acara yang ditentukan oleh budaya jahiliah zaman purbakala Katanya: ’Kok tiupan nyala 16 lilin bisa menentukan nasib saya? Allah yang menentukan nasib saya Sesudah kerja keras saya Saya tidak mau dibodoh-bodohi tahayul Walau pun itu datangnya dari barat atau pun timur juga Saya tidak mau dibodoh-bodohi budaya mereka Minta kado dari Papa dan Mama Minta kado dari keluarga dan kawan-kawan saya. Saya tidak mau cuma jadi kawanan burung kakaktua Burung beo yang pintar meniru adat Belanda dan Amerika Dalam acara ulang tahun kita’ Begitu katanya.” Sesudah bertangis-tangisan dengan ibunya Berkatalah yang berulang tahun itu ”Hadiah paling saya harapkan dari kalian Adalah doa bersama Sesudah hamdalah dan salawat Karena saya ingin jadi anak yang baik laku Jadi perhiasan di leher ibuku Jadi penyenang hati ayahku Rukun dengan kakak-kakak dan adik-adikku Bertegur-sapa dengan semua tetangga Dan kelak ketika dewasa Berguna bagi Indonesia.” 4 Anak yatim piatu yang mendapat undangan itu Lihatlah bersama kawan-kawannya Disilakan makan bersama-sama Dengarlah kisah kesannya kini: ”Dalam acara makan kunikmati nasi Beras Rajalele yang putih gurih Dendeng tipis balado, ikan emas panggang Dan udang goreng, besar dan gemuk-gemuk Belum pernah aku memegang udang sebesar itu Di asrama ikan asin dan tempe Seperti nyanyian yang nyaris abadi Kadang-kadang makan pun cuma sekali sehari. Ketika kulayangkan pandangku ke depan Kulihat tuan rumah yang baik hati itu Bapak dan ibu itu Berdiri bersama Lia anak gadisnya Berbicara amat mesranya Kubayangkan ayahku almarhum Mungkin seusia dengan bapak ini Beliau meninggal ketika umurku setahun Kubayangkan ibuku almarhumah Wafat ketika aku kelas enam SD Mungkin seusia pula dengan ibu itu Tidak pernah aku merayakan ulang tahunku Tidak pernah. Semoga sorga firdaus jua Bagi ibu bapakku Panas mengembang di atas pipiku Tak tertahan Titik air mataku.” 1980, 2007.

Rabu, 09 September 2009

Apakah pemberian Air Susu Ibu harus membuat seorang Ibu berhenti bekerja? atau ga bisa pergi kemana-mana?

Tentu Saja TIDAK!!

Pengalaman melahirkan 3 anak membuat saya semakin yakin, Bekerja bukan halangan buat para Ibu untuk tetap bisa memberikan ASI dan hanya ASI kepada bayi di 6 bulan pertama kehidupannya.

Reva anak pertama saya terbantu dengan adanya fasilitas daycare di departemen kehutanan yang kebetulan satu gedung dengan kantor saya bekerja. Ini sangat kebetulan saja, karena pengetahuan saya saat itu 0 soal ASI, hanya saja anak saya dengan cerdasnya menolak formula. dan saya memiliki teman kerja yang dengan percaya diri memberikan ASI dan memeras ASI selama di kantor (thanks a lot mba putu, for inspiring me)

membawa anak ke daycare, bukanlah hal yang mudah, karena aktifitas semua harus dimulai dari pagi, dan bayi harus merasakan jam kantor juga dari pagi sampai malam. Ini sangat tidak praktis menurut saya. Untuk itu Saya melakukan riset besar-besaran untuk mempelajari mengapa mba putu bisa meninggalkan bayinya dirumah sementara saya harus membawa Reva setiap hari, dan ga berani pergi kemana-mana di weekend, membuat Ajo jadi ga bisa mengajak saya berkencan diluar rumah. Belanja bawa bayi, kemana-mana bawa bayi.

Wira anak kedua saya sangat beruntung, saat itu saya sudah tergabung di milis sehat, mengenal ASI dan IMD walaupun IMD saat itu belum sepopuler sekarang. Wira juga tidak perlu dititipkan di daycare. Hanya saja saya masih kejar2an stok ASI, hasil ASI perah hari ini untuk konsumsi esok hari. Tak jarang saya harus cuti mendadak setengah hari karena ASI dirumah habis atau tidak cukup. Weekend pun ga berani kemana-mana karena harus mengejar kebutuhan ASI.

Naya, anak ketiga saya sangat lebih jauh beruntung, status saya sebagai konselor ASI mengharuskan saya terus mengupdate ilmu perASIan. tentu saja ilmu ini ga cuma harus menjadi pengetahuan dokter atau konselor ASI, tapi wajib diketahui semua orang. Persediaan ASI Naya terbilang cukup aman, dan membuat saya tetap bisa melakukan hobby (nge gym dan ke salon) serta ga perlu lagi ragu menerima ajakan Ayahnya untuk bersenang-senang berdua saja.

ASI memang anugerah terindah dan alami yang diberikan oleh Allah SWT. Allah pastinya punya alasan kenapa hanya memberi 2 payudara pada 1 wanita, walupun wanita bisa saja melahirkan anak kembar 2 bahkan 6. karena menurut Allah 2 payudara itu sangat sangat cukup untuk menyalurkan ASI kepada bayi yang dimiliki seorang Ibu menyusui.

lalu bagaimana caranya? bagaimana seorang ibu dengan bayi kembar 3 atau 6 mampu memberikan ASI dan hanya ASI pada bayinya?
lalu bagaimana seorang ibu tetap bisa bekerja? bagaimana seorang Ibu tidak perlu mengabaikan suaminya? mengabaikan anak pertama dan/atau keduanya?
bagaimana seorang ibu tidak perlu melulu menyalahkan pemerintah yang hanya bisa memberikan cuti 3 bulan saja bagi ibu bekerja yang baru melahirkan
bagaimana perusahaan tidak perlu mengeluh karyawatinya terlalu lama dan atau sering menghilang untuk melakukan perah/pompa ASI

kuncinya Manajemen Laktasi

Tidak semua orang tahu bahwa ternyata ASI bisa diperah/pompa untuk kemudian di simpan dan diberikan saat Ibu tidak ada disamping si bayi, atau saat si ibu harus menyusui 2 saudara kembarnya.

Tidak semua orang tahu bahwa memerah atau memompa memerlukan waktu terlalu lama atau lebih dari 20 menit

Idealnya semenjak hamil, baik ibu maupun Ayah atau pendamping mencari segudang informasi mengenai manajemen laktasi ini. memahami kenapa sih lebih baik memberikan ASI kepada bayinya. kenapa sih butuh pengertian para suami dan keluarga sekitar untuk sukses memberikan ASI.

karena memberikan ASI tidak akan berhasil apabila seorang ibu hanya melakukan sendiri, seorang ibu yang baru saja melahirkan, dan seorang bayi yang baru lahir, butuh waktu untuk adaptasi, butuh dukungan dari Ayah dan lingkungan sekitar.

Jadi bagaimana manajemen laktasi yang sebaiknya dijalankan untuk sukses ASI ekslusif sedikitnya 6 bulan pertama kehidupan bayi?

mulailah melakukan penyimpanan ASI sejak awal kelahiran bayi. Kenapa? apa ga rugi bayinya? bukankah ASI diproduksi sesuai kebutuhan bayi perharinya?
sama sekali tidak ada ruginya melakukan pemerahan/atau memompa asi dan melakukan penyimpanan ASI sejak awal kelahiran, karena di satu sisi, ASI simpanan ini sangat berguna untuk dipakai saat ibu pergi (kerja, kuliah, seminar,reuni, belanja, kencan, salon, dll) di sisi lain produksi ASI justru akan semakin meningkat.
ASI simpanan juga berguna saat nanti di usia tertentu bayi mengalami peningkatan kebutuhan menyusu (growth spurt)

kok bisa?

ya karena prinsip produksi ASI adalah suplly and demand, semakin sering diproduksi (disusui langsung atau diperah) akan semakin banyak produksinya.

caranya:
1.peras ASI diantara waktu menyusu,
contoh
1. misalkan bayi menyusu di jam 7 pagi dan tidur sampai dengan jam 8 pagi, maka perah ASI di jam 730.
2. misalkan bayi hanya menyusu di satu payudara (PD), maka perah ASI di PD yang belum disusui
3. misalkan saat bayi selesai menyusu terasa masih banyak ASI di payudara, maka peras sampai PD terasa kosong

2. perah asi di waktu terpanjang bayi tidur

3. perah asi di antara waktu 12 malam sampai dengan 6 pagi, disini waktu tertinggi produksi ASI

4. tampung ASI di PD yang menetes saat PD yang satu disusui bayi

Tapi... bagaimana bayi yang terus menyusu dan sangat jarang tidur?

nahhh kalau yang seperti ini, perlu dipastikan lagi latch on mulut bayi di PD, apakah sudah tepat?

karena bila posisi menyusui terutama latch on tepat, maka sebenarnya bayi cukup menyusu selama 5 menit di satu PD atau 5 menit di masing2 PD, karena bayi tidak kesulitan menyusu tidak lelah dan dapat ASI dengan jumlah optimal atau sesuai kebutuhan dia.

lalu bagaimana melakukan penyimpanannya?

1. simpan ASI dalam wadah penyimpanan yang bersih (botol kaca, botol plastik, plastik)
2. letakkan ASI pada kulkas pendingin apabila ASI hendak digunakan dalam waktu 1 - 7 hari kedepan
3. letakkan ASI pada freezer pendingin dalam kulkas 1 pintu apabila hendak digunakan dalam 2 - 4 minggu kedepan
4. letakkan ASI pada freezer pendingin 2 pintu bila ASI baru akan digunakan 2 - 4 bulan kedepan
5. berikan tanggal dan waktu pemerahan ASI

bagaimana memberikan ASI dingin/beku tersebut kepada bayi

1. berikan dengan sendok/pipet/gelas sloki
2. lakukan pembiasaan atau pengenalan sebelum ibu bekerja dan jangan disaat ibu ada dirumah, karena bayi pasti menolak
3. lakukan penurunan suhu ASI secara bertahap.

- keluarkan ASI beku yang akan digunakan di esok hari, sebaiknya dikeluarkan ke lemari pendingin pada malam hari
- asi yang ada di lemari pendingin dan sudah cair, saat akan digunakan dikeluarkan dan direndam dalam wadah air suhu keran
- kemudian rendam dalam wadah suhu air hangat
- saat hangat, ASI sudah dapat diberikan

Tapi pompa ASI kan mahalll? ya ga perlu pompa kokkkk, pelajari perah ASI, kalau dapat titik perah yang pas, pastinya ga akan sulit dan lama

Tapi lamaaa sekali waktu yang dibutuhkan untuk memerah atau mompa... ya karena banyak ibu terpaku pada merah atau mompa harus sampai kosong, atau merah harus lama minimal 15 menit di sat payudara, wahhh klo gitu saya sebagai hrd juga bete dengernya hehehe. ini juga bisa jadi karena ibu terpaku dengan hasil... ga perlu kok dapat 10 - 20 ml is enough kok, apalagi yang bisa dapat lebih dari 50ml ya

5 menit juga cukup asal konsisten, sering dan terus menerus. 5 menit utk 1 payudara berarti 10 menit sekali waktu perah, bila dilakukan 3 - 5 kali sehari hasilnya akan fantastis di minggu kedua atau ketiga nya, walaupun di awal cuma dapat 100 ml perhari. karena prinsip supply and demand tadi, dan jam biologis PD kita sudah siap dan terbiasa. ini jauhhh lebih baik dari ibu yang sekali perah dapat 300 tapi cuma 2 kali sehari, maka di minggu2 berikutnya mereka biasanya mengalami penurunan jumlah produksi.

Bagaimana caranya memerah atau memompa ASI di kantor tanpa harus membuat kantor sebal dan kita jadi terlihat ga produktif?

ajukan proposal resmi ke Manajemen, manager, HRD dan direksi, ya ga perlu proposal amat sihh, hehehe email atau temu muka juga cukup, saat masih hamil atau di sebelum masuk kembali dari cuti melahirkan

katakan bahwa kita hanya butuh waktu tertentu saja
15 menit di pukul 8 pagi
15 menit di pukul 11
15 menit di pukul 14
15 menit di pukul 17
kita hanya butuh numpang fasilitas kulkas kantor
sekali lagi jam ini ga saklek ya tergantung masing2 ibu
bahkan 10 menit pun sebenarnya boleh saja, selama rutin dan komitmen.

bagaimana bawa asi perah dari kantor?
letakkan pada lemari pendingin saja, ga perlu dibekukan
bawa ASI pulang dengan ditemani blue ice atau es batu di dalam tas/boks pendingin

bagaimana dengan kantor yang ga punya kulkas
letakkan ASI pada box dengan blue ice atau es batu

jadi? Para Ayah Bunda... masih ada yang perlu resign dari kantor hanya karena alasan ASI Ekslusif? atau para HRD masih takutkah kalian mempekerjakan ibu menyusui?

jadi bunda-bunda.... jangan ga mau yaaa kalau diajak kencan para suami.... atau jadi ga pernah ke salon lagi karena takut bayinya nangis dan mencari ASI

breastfeeding is healthy & fun

Ade Novita
ditulis dari berbagai sumber (WHO, LLI, sehatgroup, kidshealth)

Selasa, 08 September 2009

ASI, Kasih Sayang, Pengorbanan dan Solidaritas antar Sesama manusia

Ini adalah salah satu catatan dari teh Dinny yg saya copy untuk menyemengati ibu2 yang sedang menyusui khususnya, atau calon ibu nantinya biar bisa memberikan ASI EKSKLUSIF kepada si buah hati tercinta.
Tulisan ini semakin buat semangat saya makin besar untuk menjadikan Imma seorang Baby yang lulus ASI EKSKLUSIF. Perjuangan Mba Kemijem sungguh2 Luar biasa. Memang banyak tantangan yang kita hadapi ketika kita memilih untuk memberikan ASI EKSKLUSIF. Tapi, apapun itu semua pasti ada jalan keluarnya. Hubungi teman2 yang peduli dengan ASI seperti TIM KLASI BAndung ato aku jika bermasalah dengan pemberian ASI. Saya juga masih belajar untuk terus gali ilmu tentang ASI agar nantinya bisa membantu teman2 yang kesulitan memberikan ASI.

ASI : Spesial for My Lovely Baby, Imma...

------------------------------------------------------------
12 Agustus 2009 jam 18:33 Dear all,

Masih ingat sharing Ira (tim KLASI Bandung) yang berkisah Mba Kemijem yang terjebak aturan rumah sakit di sebuah rumah Sakit Swasta di kawasan timur Bandung yang bayinya tidak bisa di susui oleh ibunya langsung setelah melahirkan ? Alhamdulillah bayi Mba Kemijem lulus ASI EKSLUSIF dengan segala keterbatasannya. Berikut cerita Ira selengkapnya, Ira tidak bisa posting langsung karena sedang menunggu Ayahnya yang sakit di RS dan mohon maaf jika terlalu panjang karena cerita di mulai saat Mba Kemijem hamil sampai bayinya lulus ASI ekslusif.

wassalam,

Dinny

--------------------------
----------------------

ASI, Kasih Sayang, Pengorbanan dan Solidaritas antar Sesama manusia

Bagi saya pribadi, bisa memberikan ASI ekslusif 6 bulan kepada bayi memiliki makna yang luas, bukan semata-mata memberikan asupan yang terbaik untuk bayi atau terciptanya bonding (ikatan batin) yang kuat antara ibu dan bayi, tetapi lebih dari itu. Dari ASI, saya mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga, membuat saya lebih bisa memaknai hidup, serta lebih mensyukuri nikmat dan karunia Maha Pencipta.

Salah satu dari sekian banyak yang pernah saya lalui bersama ASI adalah cerita perjuangan Mba Kemijem, saya punya alasan kenapa cerita Mba Kemijem yang saya angkat kali ini, karena dalam cerita ini betapa banyaknya Mba Kemi (nama panggilan Mba Kemijem) menghadapi rintangan dengan segala keterbastasan yang dimilikinya, ia tidak pernah menyerah, dalam cerita ini teman-teman di uji rasa solidaritas dan keikhlasan kami ketika membantu Mba Kemi.

Mba Kemi adalah seorang buruh pabrik yang pada waktu itu sedang hamil anak kedua, orangnya tidak banyak bicara, setiap mengikuti kelas asi di musola hanya diam mendengarkan saya membaca artikel tentang ASI. Suatu hari saya tembak dia dengan bertanya mengenai rencana Mba Kemi melahirkan bayinya. Jawabannya saat itu adalah “saya belum tau, sepertinya saya akan melahirkan di Jawa Tengah kampung halaman saya, dan saya akan menitipkan bayi saya pada orang tua saya di kampung ketika nanti cuti melahirkan habis. Sebab untuk melahirkan di sini tidak memungkinkan, nanti setelah saya masuk kerja siapa yang akan mengurus bayi saya”

Mendengar jawaban Mba, saya bertanya lagi, “Apa Mba ngak kepengen memberikan bayinya ASI Ekslusif ?” Mba hanya tersenyum menanggapi pertanyaan saya. Sejak saat itu saya mulai berfikir keras bagaimana caranya supaya bisa membantu si Mba agar mau berjuang memberikan ASI Ekslusif u bayinya. Saya ngak banyak memaksa mba, saya cuma mengajak dia untuk rajin datang ke musola sama-sama belajar tentang ASI. Saya membayangkan bagaimana jika saya berada diposisi mba dengan segala keterbatasannya, saat itu yang bisa saya lakukan adalah berusaha membangkitkan semangat Mbak Kemi untuk mau “berjuang” demi ASI. Alhamdulillah Mba rajin sekali hadir di musola, sesekali saya tanya “Mba artikel asinya, suka di baca ngak di rumah ?”, Mba menjawab “Sering bu, malah kalo saya cape suami saya yang membacakan artikel tsb untuk saya”. Dalam hati saya bersyukur sekali mendengar jawabannya, berarti sudah ada kemauan dari Mba dan suaminya.

Hari-hari pun berlalu, sesekali saya lontarkan pertanyaan pada mba tentang rencana melahirkan bayinya, jawabannya masih sama dengan jawaban peratama. Ketika kehamilannya semakin besar ada perkembangan yang mengejutkan akhirnya mba mulai berubah pikiran, mba berniat melahirkan di Rancaekek tempat Mba dan Suaminya bermukim saat itu.

Namun ternyata persoalannya tidak semudah itu, kendala yg dihadapi oleh mba adalah pertama dia harus mencari pengasuh bayinya, yang kedua adalah kontrakan tempat tinggal mba tidak memiliki daya listrik yang cukup untuk menyalakan sebuah kulkas dan memiliki daya listrik yg kecil yaitu 225 watt, dipakai untuk menyalakan tv, lampu, akuarium , radio, rice cooker dll maka kalo kalo ditambah kulkas tidak akan kuat alias pasti ngejepret.

Mendengar hal tsb saya menarik napas panjang dan sekali lagi memahami kondisi mba sambil ikut berpikir mencarikan solusi. Untuk persoalan pertama mengenai pengasuh bayinya, Mba dan suaminya berusaha mencari, ada yang bersedia tapi bayinya di asuh di rumah yang ngasuh bukan di rumah Mba Kemi, yah apa boleh buat daripada ngak ada sama sekali yang ngasuh bayinya selama di tinggal ibu bapaknya kerja. Satu masalah selesai, persoalan berikutnya adalah tempt penyimpanan ASI yaitu kulkas. Saya menyarankan bagaimana dititip di tetangga, ya coba deh PDKT sama tetangga siapa tau ada yang bersedia dititipi ASI perah di frezzer kulksnya. Ternyata tetangga-tetanggs nya pun tidak memiliki kulkas. Berarti harus cari jalan lain untuk menyimpan stok ASI.

Di dalam kumpulan artikek ASI yang saya bagikan pada temen2 pabrik, ada tulisan dr Utami Roesli, bahwa tidak memiliki kulkas tidak menghalangi seorang ibu bekerja untuk tidak bisa memberikan ASI ekslusif 6 bulan pada bayinya. Dan kebetulan juga ada seorang teman pabrik pernah mempraktekan menyimpan ASI di termos ketika dia dan bayinya harus menginap beberapa hari di kontrakan suaminya yang tidak ada kulkas. Saya, Mba Kemi dan teman lainnya jadi ikut sama-sama belajar tips-tips menyimpan stok ASI dalam termos. Saya optimis insya allah masalah ngak punya kulkas sudah bukan menjadi kendala Mba Kem. Selanjutnyauntuk memotivasi mba, saya berburu tulisan ibu2 menyusui dengan berbagai kendala yang harus mereka hadapi tapi tetap bisa lulus ASIX.

Akhirnya Mba Kemi mulai masuk masa cuti, hari-hari terakhir bertemu Mba di musola, Mba dan suaminya sudah bertekad bulat untuk melahirkan di Rancaekek. Terharu rasanya, saya jadi bangga dan kagum pada mereka yang mau berjuang demi ASIX. Pesan terakhir saya “Mba kalo ada apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk hubungi saya, mudah2an saya bisa bantu”.

Sebulan kemudian saya mendapat kabar dari suami Mba bahwa Mba sudak melahirkan bayi laki-laki dengan operasi caesar di RS terdekat, Mba dan si bayi sehat walafiat, alhamdulillah. Namun saya mendapat kabar buruk, yaitu mba tidak di beri kebebasan oleh petugas RS untuk menemui dan menyusui bayinya dengan alasan karena Mbak melahirkan caesar. Segera setelah mendengar kabar tersebut saya sharing dengan teman-teman dan Tim Klasi Bandung (Dinny dan Linda). Mendengar kabar ini Linda dan Dinny tergerak hatinya untuk mengunjungi Mba Kemi di RS. Karena pada waktunya itu kita sedang sibuk-sibuknya di kantor masing-masing, kita baru bisa mengunjungi mba keesokan harinya.
Lokasi tempat kami kerja dengan rumah sakit lumayan jauh, Linda berangkat dari Dago dan Dinny dari Ujung berung, kalo saya sih masih keitung dekat. Kami bertiga tiba di RS dan menemui Mba, mendengarkan cerita Mba dipersulit oleh petugas RS untuk bisa bertemu dan memberikan ASI pada bayinya, kemudian kami bertiga berusaha mencari tau bagaimana fakta yang sebenarnya dengan bertanya kepada beberapa petgas yang sedang berjaga saat itu.

Rupanya memberikan ASIX belum menjadi prosedur utama di RS tsb, lalu kami menemui manajemen RS, berusaha menyampaikan keluhan dan keinginan kami, mba pun diberi kemudahan untuk bisa menemui dan menyusui bayinya. Setelah urusan selesai kami kembali ke tempat kerja kami, di luar RS saat itu hujan deras, Dinny sedang hamil besar berdua Linda kembali ke Bandung naik angkot, salut pada Dinny dan Linda yang mau jauh2 datang untuk memberikan support pada Mba Kemi, terima kasih teman2.

Alhamdulilah setelah kami mengunjungi RS, Mba bisa bebas bertemu bayinya, meskipun kadang mba musti sedikit ngotot pada petugas. Semangat mba patut di acungi jempol. Meskipun menemui kendala, mba ngak mudah putus asa, mba ngak sungkan meminta bantuan pada kami, empat hari di RS akhirnya mba dan bayi laki2nya diijinkan pulang, saya dan mba masih sering kontak lewat sms.

Hari-haripun berlalu, tak terasa mba sudah waktunya untuk masuk kerja lagi, masalahnya mba ngak punya kulkas menyimpan stok asinya. Tetangga ngak ada yang punya kulkas, mencari warung yang menjual es batu pun ternyata ngak semudah yang dibayangkan (tadinya sayang pikir pasti banyak warung yang menjual es batu dan bisa langganan beli es batu setiap hari) unttuk mencari es batu, suaminya harus mencari kesana kemari dan akhirnya bisa dapat es batu dari warung yang letaknya jauh dari kontrakannya.

Sampai disini kok jadi saya yang pesimis, namun rasa pesimis itu saya singkirkan, dan tetap memberikan semangat pada mba dan suaminya. Mba dan suami setiap hari sama-sama berjuang menghadapai segala macam kendala dan keterbatasan demi ASI (mba harus ektra usaha memanage stok asi, suaminya berburu es batu, mba yang buruh pabrik dengan jam kerja shift harus meluangkan waktu di sela waktunya setiap 2 jam kerja memerah asi, sering kali mba harus kejar-kejaran stok asi dll). Belum mba dan suami mendapat cemoohan dari lingkungan sekitar yang tidak mendukung pemberian ASIX, bahkan pengasuh bayinya pun sempet ngeyel untuk memberikan bayi mba susu formula dan MPASI sebelum usia bayi 6 bulan.

Mba dan suami menghadapi berbagai rintangan yang cukup berat, namun mereka pantang menyerah untuk terus berusaha memberikan ASIX pada bayi mereka. Dan alhamdulillah sepanjang yang saya ikuti perkembangannya bayi mereka tumbuh dengan sehat.
Lama tidak mendengar kabarnya, waktu itu saya sudah tidak bekerja dan sedang repot-repotnya persiapan pindah rumah ke Jakarta. Tiba2-tiba saya mendapat sms dari mba yang mengabari bahwa saat itu mba di diagnosa demam berdarah dan harus di opname. Masalahnya stok asi untuk bayinya tidak cukup, mungkin karena mba sakit jadi asinya kurang, hebatnya mba ngak menyerah dia tetap memberikan asinya.

Saya ingat betul waktu itu hari kamis 2 juli 2009 dimana saya sedang ada urusan dan masih ada beberapa yang belum beres untuk kepindahan rumah saya. Tiba-tiba dapat sms lagi dari Mba, segela saya telepon balik, ternyata mba sudah di opname, mba tetap memerah asinya (atas sepengetahuan dokter yang merawatnya), tapi stoknya tidak cukup karena si bayi sedang rakus-rakusnya minum Asi. Saat itu saya merasa tidak ada yang bisa saya perbuat, untuk menolong mbak, akhinya saya menjelaskan bahwa dalam kondisi darurat ibu bisa memberikan susu formula pada bayinya sebagai jalan terakhir. Tau ngak apa tanggapan dari Mba Kemi “... tapi kalo bayi saya diberi susu formula sayang bu, karena sebentar lagi lulus ASIX”. Ya Allah mendengar tanggapan mba, pipi saya serasa di tampar keras sekali, saya malu dan merasa egois sekali, dalam kondisi begini hanya karena sedang sibuk dan tanpa mau berusaha berpikir panjang membantu Mba Kemi, saya dengan entengnya menyarankan bayinya mba di beri susu formuka. Padahal selama ini sejak awal mba hamil saya selalu mendorong mba untuk berjuang demi asix. Saya lupa bisa menyusui anak kedua saya sampai detik ini (2 tahun 2 bulan) juga karena dukungan dan bantuan teman-teman saya. Masa kali ini saya ngak bisa apa-apa untuk membantu mba yang benar-benar sedang membutuhkan pertolongan.

Akhirnya tanpa pikir panjang saya tawarkan apakah mba mau menerima donor asi, kalo mau syaa usahakan hari itu juga mencari donr asi dan kalo sudah dapat akan segera saya antar ke RS, mba mau menerima donor asi. Segera saya sebar pengumuman melalu sms ke teman2 saya untuk mencari donor asi, alhamdulillah waktu itu dalam kondisi singkat dapat jawaban dari dinny bahwa dia bersedia mendonorkan asinya.

10 botol ASI saya ambil di kantor Dinny (Dinny sempat ngambil botol2 tersebut di rumahnya). Dinny memang punya stok asi yang bisa didonorkan. Padahal sebenarnya saat itu dinny juga sedang kejar-kejaran stok memenuhi kebutuhan bayinya, subahanalloh saat itu keikhlasan kami sedang di uji saat itu yang kami pikirkan hanya 1, bayi mba kemi tidak boleh kehabisan asi. Jam 12 asi donor dari dinny berhasil di antarkan dan sampai ke tangan suami Mba Kemi. Alhamdulilalh lega sekali rasanya. Beberapa hari kemudian saya dapat kabar mba sudah keluar dari RS. Mba mengucapkan terima kasih karena asi donor dari dinny menyelamatkan bayinya dari sufor, alhamdulillah.

Waktu pun berlalu, saya pindah ke jakarta. Suatu sore saya mendapat telepon dari suami mba, dia curhat bnyinya ngak mau menyusu ke ibunya, di beri dot juga susah ngak mau sama sekalu minum asi, saya menyarankan untuk menghentikan pemberian dot, diganti dengan menyuapi asi pakai sendok dan untuk mengatasi supaya mau menyusu langsung ke payudara ibunya dicoba dengan berbangai cara
dengan kesabaran dan kasih sayang insya Allah bisa teratasi.

Setelah curhatan itu, saya ngak dapat kabar apa-apa lagi dari Mba Kemi sampai tanggal 31 Juli 2009 saya dapat sms dari mba yang mengabarkan bahwa bayinya sudah lulus asi ekslusif, subhanalloh alhamdullilan membaca sms Mba Kemi mata saya berkaca-kaca mengingat beratnya cobaan yang harus di alami Mba Kemi dan suami lalui, oh iya alhamdullilah bayinya sudah mau menyusu langsung ke ibunya.
Rasa syukur dan bangga sekali pada mba dan suami. Bravo mba. Dalam smsnya mba menuliskan kata-kata “ betul ya bu, kalau kita mau usaha dan berdoa ternyata bisa dan Allah selalu memberikan jalan untuk kita” iya mba, allah memang memberikan jalan karena mba dan suami tidak mau menyerah pada keadaan.

Dari cerita perjuangan Mba Kemi, saya mendapat pelajaran hidup, asi telah menyeret hati nurani saya untuk selalu berbagi dan berusaha sekuat tenaga untuk membantu sesama ibu yang ingin bisa menyusui bayinya.

Ketika bertemu dengan ibu yang mengalami kesulitan memberikan asi, kita harus berada di pihaknya, berusaha mengerti dan memahami apa saja kesulitan yang sedang dihadapi, dukungan yang besar dari lingkungan sangat berarti untuk ibu sedang mengalami kesulitan menyusui (itu lah yang saya rasakan).
Bagi ibu yang sampai saat ini masih menemukan kendala dalam memberikan asi pada bayinya berusahalah ibu, jangan menyerah berkacalah pada kisah perjuangan Mba Kemijem yang tetap berjuang pantang mundur menghadapi berbagai rintangan dengan buah cintanya.

Menjadi seorang ibu adalah perkerjaan yang mulia meskipun mengemban tugas yang berat memelihara, menjaga dan merawat anak2nya, tuhan telah memilih kita untuk menjalaninya jalanilah dengan penuh kesabaran keihlasan dan cinta.

Akhir kata mudah-mudahanan tulisan ini bisa menggugah hati kita semua yang saling peduli dan berjuang pantang menyerah agar bayi-bayi bisa mendapatkan haknya yaitu asi.

Ira Indiana - Tim KLASI Bandung

Imma lagi Imma lagi...

Kenapa yah gak ada bosen2nya moto2 Imma tiap hari. Maaf aja yah buat yg ngebaca blog kalo isinya banyak foto Imma. Soalya Emaknya narsis banget kali yah...
Hmmm enggak juga seh, ini kan salah satu media kasih kabar tentang perkembangan Imma untuk orang2 yang mau tau, hmm seperti ayahnya Imma yang gak bisa tiap hari liat Imma (soalnya si ayah suka minta diupdate foto Imma di blog), trus buat keluarga2 di Sulawesi sana, hmm buat temen2nya bunda ma ayah Imma yang gak bisa tengokin Imma. Blog ini juga adalah kenag2an buat Imma kalo udah gede nanti. Udah ah ceritanya...kita lanjut liat foto Imma aja yuks..













--> Imma bis dipijet bunda, mau mandi neh..















--> Neh Imma udah mandi..udah cantik kan..tinggal jalan2, salah satu hobinya Imma.















--> Digendong ma ateu agie.foto ateu agie disensor soalnya gak diizinkan dipublikasikan.















--> Neh foto waktu buka puasa, Imma juga ikut buka puasa..
Liat deh Imma udah makin tinggi . Tepat 2 bulan tingginya udah 62cm. 2 bulan udah nambah 10cm loh..












--> Gaya Imma bobo..Gaya miring kyk gitu yg Imma suka kalo bobo.













--> Immaku manis, Immaku sayang












--> Tengkurep di mobil mau jalan2 neh.















--> Coba tebak, posisiku lagi apa?? Ya betul..aku lagi duduk di jok mobil sebelah eyang & bunda.



Kali ini waktuku untuk
PEMOTRETAN












--> Nah ini loh ateu agie, kata orang mirip banget ma bunda ma aku.















--> Lutu kan akyu pake baju lekton (kelek katon) dari uwak lala (ibunya Amy)





























--> Kalo yg ini gimana??Akyuu emang lutu kok..

Ganti kostum dulu yah..





























--> Cantik kan Imma kayak Bunda.


Sehabis pemotretan Imma tertidur pulas. Imma gaya bobonya aneh2 yah..















"Capek deh akyuuu..."

Kamis, 03 September 2009

Trio Angels

Ini adalah "Trio Angels" cucunya Oma Sumi yang lahir berdekatan.
Terlahir dari pegawai2 L8 yang mantap. Ne 3 cewek perkasa penerus generasi Oma Sumi (maksudnya diambil yg baik2 aja dari Oma Sumi) yaitu jadi wanita yang sukses (udah itu ajah).Hehehe. Yuks kita kenalan..










--> Alya Haura Wibisono anaknya Ibu Ila & Bapak Anggi.
Pak anggi ini temennya bunda di L8. Orangnya narsis banget, lucu, gak pernah marah. Alya kayaknya ikutin bapaknya deh narsis. tapi kayaknya badan bapaknya yg kurus kering kerontang itu kalah sama badan alya yang nduttt..Oh iyah Alya ini lahir 23 Juni 09. Jadi cuma beda 2 hari ma Imma.













--> Kalo yang ini udah tau semua kan?? Ini Imma anaknya ayah ma bunda.













--> Ini Aghni (nama panjangnya lupa). Anaknya Papah Iqbal & Mamah Opi urang Sumedang tea. Papahnya Aghni biasa dipanggil Om ndut, soalnya ndut cekali.hehehe. Om ndut ini temennya bunda di L8. Orangnya lucuuuu banget, narsis juga, kalo marah lucu. Oh iyah, ne aghni mirip banget ma om ndut.

Rabu, 02 September 2009

Bunda VS Imma

Kata orang2, Imma mirip bunda banget alias bunda cilik.
Neh bunda temuin foto bunda waktu kecil. Kita bandingin yuks sama Little Imma..


Gambar 1




--> Ini bunda umur 19 hari digendong sama Mamahnya bunda (Eyangnya Imma).











--> Imma 5 hari digendong ma ayah. Maaf yah foto ayahnya Imma dicrop, takut laku lagi. kan gawat kalo laku lagi.hehehe







--> Imma 20 hari digendong ayah juga.






Gambar 2






--> Nah, ini bunda 1 tahun bis sakit digendong ma enin (uyutnya Imma).











--> Imma 2 bulan








Nah, gimana tuh?? Mirip gak?? Matanya yg paling mirip, bedanya bunda agak item, Imma putih kayak nenek Sengkang.hehehe.
Foto lainnya menyusul sampe Imma gedean dikit. Masih banyak kok foto bunda yang mau dimirip2in ma Imma.