Tentu Saja TIDAK!!
Pengalaman melahirkan 3 anak membuat saya semakin yakin, Bekerja bukan halangan buat para Ibu untuk tetap bisa memberikan ASI dan hanya ASI kepada bayi di 6 bulan pertama kehidupannya.
Reva anak pertama saya terbantu dengan adanya fasilitas daycare di departemen kehutanan yang kebetulan satu gedung dengan kantor saya bekerja. Ini sangat kebetulan saja, karena pengetahuan saya saat itu 0 soal ASI, hanya saja anak saya dengan cerdasnya menolak formula. dan saya memiliki teman kerja yang dengan percaya diri memberikan ASI dan memeras ASI selama di kantor (thanks a lot mba putu, for inspiring me)
membawa anak ke daycare, bukanlah hal yang mudah, karena aktifitas semua harus dimulai dari pagi, dan bayi harus merasakan jam kantor juga dari pagi sampai malam. Ini sangat tidak praktis menurut saya. Untuk itu Saya melakukan riset besar-besaran untuk mempelajari mengapa mba putu bisa meninggalkan bayinya dirumah sementara saya harus membawa Reva setiap hari, dan ga berani pergi kemana-mana di weekend, membuat Ajo jadi ga bisa mengajak saya berkencan diluar rumah. Belanja bawa bayi, kemana-mana bawa bayi.
Wira anak kedua saya sangat beruntung, saat itu saya sudah tergabung di milis sehat, mengenal ASI dan IMD walaupun IMD saat itu belum sepopuler sekarang. Wira juga tidak perlu dititipkan di daycare. Hanya saja saya masih kejar2an stok ASI, hasil ASI perah hari ini untuk konsumsi esok hari. Tak jarang saya harus cuti mendadak setengah hari karena ASI dirumah habis atau tidak cukup. Weekend pun ga berani kemana-mana karena harus mengejar kebutuhan ASI.
Naya, anak ketiga saya sangat lebih jauh beruntung, status saya sebagai konselor ASI mengharuskan saya terus mengupdate ilmu perASIan. tentu saja ilmu ini ga cuma harus menjadi pengetahuan dokter atau konselor ASI, tapi wajib diketahui semua orang. Persediaan ASI Naya terbilang cukup aman, dan membuat saya tetap bisa melakukan hobby (nge gym dan ke salon) serta ga perlu lagi ragu menerima ajakan Ayahnya untuk bersenang-senang berdua saja.
ASI memang anugerah terindah dan alami yang diberikan oleh Allah SWT. Allah pastinya punya alasan kenapa hanya memberi 2 payudara pada 1 wanita, walupun wanita bisa saja melahirkan anak kembar 2 bahkan 6. karena menurut Allah 2 payudara itu sangat sangat cukup untuk menyalurkan ASI kepada bayi yang dimiliki seorang Ibu menyusui.
lalu bagaimana caranya? bagaimana seorang ibu dengan bayi kembar 3 atau 6 mampu memberikan ASI dan hanya ASI pada bayinya?
lalu bagaimana seorang ibu tetap bisa bekerja? bagaimana seorang Ibu tidak perlu mengabaikan suaminya? mengabaikan anak pertama dan/atau keduanya?
bagaimana seorang ibu tidak perlu melulu menyalahkan pemerintah yang hanya bisa memberikan cuti 3 bulan saja bagi ibu bekerja yang baru melahirkan
bagaimana perusahaan tidak perlu mengeluh karyawatinya terlalu lama dan atau sering menghilang untuk melakukan perah/pompa ASI
kuncinya Manajemen Laktasi
Tidak semua orang tahu bahwa ternyata ASI bisa diperah/pompa untuk kemudian di simpan dan diberikan saat Ibu tidak ada disamping si bayi, atau saat si ibu harus menyusui 2 saudara kembarnya.
Tidak semua orang tahu bahwa memerah atau memompa memerlukan waktu terlalu lama atau lebih dari 20 menit
Idealnya semenjak hamil, baik ibu maupun Ayah atau pendamping mencari segudang informasi mengenai manajemen laktasi ini. memahami kenapa sih lebih baik memberikan ASI kepada bayinya. kenapa sih butuh pengertian para suami dan keluarga sekitar untuk sukses memberikan ASI.
karena memberikan ASI tidak akan berhasil apabila seorang ibu hanya melakukan sendiri, seorang ibu yang baru saja melahirkan, dan seorang bayi yang baru lahir, butuh waktu untuk adaptasi, butuh dukungan dari Ayah dan lingkungan sekitar.
Jadi bagaimana manajemen laktasi yang sebaiknya dijalankan untuk sukses ASI ekslusif sedikitnya 6 bulan pertama kehidupan bayi?
mulailah melakukan penyimpanan ASI sejak awal kelahiran bayi. Kenapa? apa ga rugi bayinya? bukankah ASI diproduksi sesuai kebutuhan bayi perharinya?
sama sekali tidak ada ruginya melakukan pemerahan/atau memompa asi dan melakukan penyimpanan ASI sejak awal kelahiran, karena di satu sisi, ASI simpanan ini sangat berguna untuk dipakai saat ibu pergi (kerja, kuliah, seminar,reuni, belanja, kencan, salon, dll) di sisi lain produksi ASI justru akan semakin meningkat.
ASI simpanan juga berguna saat nanti di usia tertentu bayi mengalami peningkatan kebutuhan menyusu (growth spurt)
kok bisa?
ya karena prinsip produksi ASI adalah suplly and demand, semakin sering diproduksi (disusui langsung atau diperah) akan semakin banyak produksinya.
caranya:
1.peras ASI diantara waktu menyusu,
contoh
1. misalkan bayi menyusu di jam 7 pagi dan tidur sampai dengan jam 8 pagi, maka perah ASI di jam 730.
2. misalkan bayi hanya menyusu di satu payudara (PD), maka perah ASI di PD yang belum disusui
3. misalkan saat bayi selesai menyusu terasa masih banyak ASI di payudara, maka peras sampai PD terasa kosong
2. perah asi di waktu terpanjang bayi tidur
3. perah asi di antara waktu 12 malam sampai dengan 6 pagi, disini waktu tertinggi produksi ASI
4. tampung ASI di PD yang menetes saat PD yang satu disusui bayi
Tapi... bagaimana bayi yang terus menyusu dan sangat jarang tidur?
nahhh kalau yang seperti ini, perlu dipastikan lagi latch on mulut bayi di PD, apakah sudah tepat?
karena bila posisi menyusui terutama latch on tepat, maka sebenarnya bayi cukup menyusu selama 5 menit di satu PD atau 5 menit di masing2 PD, karena bayi tidak kesulitan menyusu tidak lelah dan dapat ASI dengan jumlah optimal atau sesuai kebutuhan dia.
lalu bagaimana melakukan penyimpanannya?
1. simpan ASI dalam wadah penyimpanan yang bersih (botol kaca, botol plastik, plastik)
2. letakkan ASI pada kulkas pendingin apabila ASI hendak digunakan dalam waktu 1 - 7 hari kedepan
3. letakkan ASI pada freezer pendingin dalam kulkas 1 pintu apabila hendak digunakan dalam 2 - 4 minggu kedepan
4. letakkan ASI pada freezer pendingin 2 pintu bila ASI baru akan digunakan 2 - 4 bulan kedepan
5. berikan tanggal dan waktu pemerahan ASI
bagaimana memberikan ASI dingin/beku tersebut kepada bayi
1. berikan dengan sendok/pipet/gelas sloki
2. lakukan pembiasaan atau pengenalan sebelum ibu bekerja dan jangan disaat ibu ada dirumah, karena bayi pasti menolak
3. lakukan penurunan suhu ASI secara bertahap.
- keluarkan ASI beku yang akan digunakan di esok hari, sebaiknya dikeluarkan ke lemari pendingin pada malam hari
- asi yang ada di lemari pendingin dan sudah cair, saat akan digunakan dikeluarkan dan direndam dalam wadah air suhu keran
- kemudian rendam dalam wadah suhu air hangat
- saat hangat, ASI sudah dapat diberikan
Tapi pompa ASI kan mahalll? ya ga perlu pompa kokkkk, pelajari perah ASI, kalau dapat titik perah yang pas, pastinya ga akan sulit dan lama
Tapi lamaaa sekali waktu yang dibutuhkan untuk memerah atau mompa... ya karena banyak ibu terpaku pada merah atau mompa harus sampai kosong, atau merah harus lama minimal 15 menit di sat payudara, wahhh klo gitu saya sebagai hrd juga bete dengernya hehehe. ini juga bisa jadi karena ibu terpaku dengan hasil... ga perlu kok dapat 10 - 20 ml is enough kok, apalagi yang bisa dapat lebih dari 50ml ya
5 menit juga cukup asal konsisten, sering dan terus menerus. 5 menit utk 1 payudara berarti 10 menit sekali waktu perah, bila dilakukan 3 - 5 kali sehari hasilnya akan fantastis di minggu kedua atau ketiga nya, walaupun di awal cuma dapat 100 ml perhari. karena prinsip supply and demand tadi, dan jam biologis PD kita sudah siap dan terbiasa. ini jauhhh lebih baik dari ibu yang sekali perah dapat 300 tapi cuma 2 kali sehari, maka di minggu2 berikutnya mereka biasanya mengalami penurunan jumlah produksi.
Bagaimana caranya memerah atau memompa ASI di kantor tanpa harus membuat kantor sebal dan kita jadi terlihat ga produktif?
ajukan proposal resmi ke Manajemen, manager, HRD dan direksi, ya ga perlu proposal amat sihh, hehehe email atau temu muka juga cukup, saat masih hamil atau di sebelum masuk kembali dari cuti melahirkan
katakan bahwa kita hanya butuh waktu tertentu saja
15 menit di pukul 8 pagi
15 menit di pukul 11
15 menit di pukul 14
15 menit di pukul 17
kita hanya butuh numpang fasilitas kulkas kantor
sekali lagi jam ini ga saklek ya tergantung masing2 ibu
bahkan 10 menit pun sebenarnya boleh saja, selama rutin dan komitmen.
bagaimana bawa asi perah dari kantor?
letakkan pada lemari pendingin saja, ga perlu dibekukan
bawa ASI pulang dengan ditemani blue ice atau es batu di dalam tas/boks pendingin
bagaimana dengan kantor yang ga punya kulkas
letakkan ASI pada box dengan blue ice atau es batu
jadi? Para Ayah Bunda... masih ada yang perlu resign dari kantor hanya karena alasan ASI Ekslusif? atau para HRD masih takutkah kalian mempekerjakan ibu menyusui?
jadi bunda-bunda.... jangan ga mau yaaa kalau diajak kencan para suami.... atau jadi ga pernah ke salon lagi karena takut bayinya nangis dan mencari ASI
breastfeeding is healthy & fun
Ade Novita
ditulis dari berbagai sumber (WHO, LLI, sehatgroup, kidshealth)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar