Selasa, 29 September 2009

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 450/MENKES/SK/IV/2004 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSIF

Mudah2an artikel ini bermanfaat untuk ibu2 yang ingin tahu bagaimana pentingnya asi eksklusif. sebenernya aku semangat ngumpulin artikel ini karena kekecewaanku pada seseorang (ahli kesehatan) yang gak menganjurkan asi eksklusif, padahal aku sedang semangat2nya untuk terus berusaha bisa lulusin imma asi eksklusif. Seseorang itu tidak tahu betapa pentingnya asi eksklusif. malah menanyakan tentang pengesahan dari dinas kesehatan lah dan WHO. bahkan dia gak tau kalau ibu yg bekerja bisa terus memberikan asi eksklusif 6 bulan dengan ASI PERAH yang bisa disimpan di kulkas. Seseorang itu terus bilang "Ibu yg bekerja gak bisa memberikan asi eksklusif pada bayi". Untuk ibu2 yg punya masalah sama kayak aku, atau untuk memperkuat orang2 di sekitar kita tt pengetahuan ASI, aku lampirkan artikel dari dinas kesehatan berikut, dari WHO juga ada.Link di bawah juga mungkin bisa membantu.

www.worksitelactation.com
http://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
http://www.who.int/child_adolescent_health/documents/infant_feeding/en/index.html
http://www.worksitelactation.com/

-----------------------------------------------
ASI Ekslusif ada kepmennya lo. Kepmen ini dapat dijadikan acuan dasar hukum sebagai konsumen kesehatan ysang cerdas. Go ASI Ekslusif.

----------------------------------------------

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 450/MENKES/SK/IV/2004 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSI


MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:

1. bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi;
2. bahwa untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 (dua) tahun;
3. bahwa sehubungan dengan huruf a dan b perlu menetapkan pemberian ASI Eksklusif dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

Mengingat:

1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656);
3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3867);
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor No.1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan:

Pertama : KEPUTUSAN MENETRI KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSIF BAGI BAYI DI INDONESIA

Kedua : Menetapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak bayi lahir sampai dengan bayi berumur 6 (enam) bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 (dua) tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Ketiga : Semua tenaga kesehatan yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan agar menginformasikan kepada semua Ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif

Keempat : Tenaga Kesehatan dalam memberikan informasi sebagaimana dimaksud Diktum Ketiga agar mengacu kepada Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini.

Kelima : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

LAMPIRAN

SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI (LMKM)

1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai kebijakan Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas;
2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut;
3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui;
4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar;
5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis;
6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir;
7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari
8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui
9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI
10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal : 7 April 2004

MENTERI KESEHATAN
ttd.
Dr. ACHMAD SUJUDI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar