Jumat, 24 Juli 2009

1st Month My Little Imma

1 bulan genap hari ini imma berumur 1 bulan.

Gak kerasa yah...
Satu bulan ini, Imma udah bisa angkat kepala, udah bisa miring, udah bisa megang nenen kalo nenen, trus udah bisa ngemut jari2nya kalo kelaparan.
Lucu banget liat gerak geriknya dia. Saat dia kelaparan, dia bilang "engging.."hehehe gak tau artinya apa. itu bahasa bayi. Mungkin artinya kadang nenen, kadang tidur, kadang kepanasan kali yah...
Trus Imma suka kalap kalo nemu nenennya...suka ngambek kalo nenennya mancur kebanyakan. kalo kelaparan, nenennya bunyi "glek..glek..", kalo nyantuk sambil matanya kiyep-kiyep..hehehe
Kalo manjanya lagi datang, mintanya digendong terus. kalo ditaruh di kasur bangun ato nangis manja gitu. Kata orang sunda mah "BAu leungeun" ato kata orang Dermayu "Kuneng (dipangku meneng)".
Gimana gak "bau leungeun". Sama nenek, eyang, uyut, uwak2nya, suka digendong2 terus. maklum cucu dan buyut pertama. Gini deh repotnya pas mereka pergi, bunda nya kerepotan gendong imma terus. Ayahnya juga seh suka banget nyanyiin "Tak gendong kemana-mana"
Imma nenen tiap 2jam sehari kalo kenyang. kalo enggak, ya sejam ato setengah jam udah minta nenen lagi.
Imma idep, anteng. jarang banget nangis. Paling suka kalo mandi, gak pernah nangis. Trus kalo dijemur tidur.
Suka banget kalo liat imma ketawa ma senyum. Pernah Imma ketawa terbahak2. Lucu banget. Trus kalo ketawa sok pamer gusi, padahal giginya belum ada jadi yg keliatan cuma gusinya.
Imma suka monyong2 ma uncung bibirnya kayak ayahnya. Kentutnya gede kayak ayahnya. Pokoknya kalo senyum makin cantik banget kayak bundanya, tapi kalo lagi ngambek kayak ayahnya...hehehe

Hari ini, cuma berdua di rumah sama anggi.
Oh iya, ibu, ayah, adi, perjalanan ke makassar. mudah2an sampai dengan sehat dan selamat. amin.
Sepi kalo kayak gini. HAri ini hari sabtu, harusnya Pupu ada di sini. Seminggu berarti gak ketemu. Kangen banget. Gimana lagi, pupu standby hari ini.
Gak tau kapan bisa kesini lagi tengok Imma ma bundanya. Kabarnya seh tiap minggu standby terus sampe 3 minggu kedepan.

Mending liat foto2 Imma menjelang tidur...saat matanya kiyep-kiyep

Selasa, 21 Juli 2009

Imma minggu ke-3



















Indahnya menjadi Ibu

3 minggu menjadi ibu...hmmm indah sekali..
bahagianya melebihi kebahagiaan apapun di dunia ini.
Tidak ada hentinya mulut ini mengucap syukur atas karunia Allah yang indah ini.
Subhanallah...dia menjadi bagian dari hidupku.
Tak rela jika 1 jentik nyamuk pun menggigitnya.
Khawatir ketika tali pusatnya belum puput juga
Khawatir ketika tidak bisa mengganti kain kassa tali pusatnya.
Khawatir saat dia menangis.
Senang saat dia tersenyum.
Senang saat dia menyusu dengan lahap.
Kembali khawatir saat tersedak karena terlalu lahap.
Tenang saat melihatnya tidur nyenyak.

Sungguh indahnya jadi ibu...
meski harus bangun malam mengganti popoknya karena basah pipis atau pup.
meski harus bangun malam karena harus menyusuinya.
meski kekurangan tidur saat tidurnya gelisah karena mata ini selalu ingin menjaganya.

Sungguh besarnya pengorbanan ibu...
ketika berjuang melawan maut melahirkannya...
ketika harus kehilangan waktu tidur nya karena selalu menjaganya
ketika kekhawatiran yang selalu muncul karena begitu menyayanginya
katika selalu memanjatkan shalawat di telinganya setiap saar
ketika doa tak pernah terlewat di setiap hembus nafasnya...
"Jagalah anakku, lindungilah anakku, berikan kesehatan, tumbuhkan menjadi anak yang normal, shalihah, cerdas, yang nantinya berguna bagi umat "
Hanya Allah yang melindungi anakku...

Mari ingat ibu kita....
"Kasih sayang orang tua sepanjang masa"
sampai tingkat keturunan keberapapun, anak, cucu, buyut, dll, kasih sayang orang tua takkan hilang.
Mamah selalu menemaniku saat aku berjuang melawan maut melahirkan cucu untuknya.
Doanya tak pernah terlewat sedetikpun...Sampai aku melahirkan, dia selalu merawatku dan cucunya, meski aku tahu dia sangat lelah...
Sekarang, Mamah menemani anggi (adikku) di rumah sakit.
Aku merasakan bagaimana perasaan seorang ibu ketika anaknya sakit. Hari2 sebelum anggi masuk RS, mamah gak bisa tidur karena selalu menjaga anggi.
Dan seorang ibu selalu berkata dalam hatinya "Ya Allah, sehatkan anakku. Jangan beri sakit kepadanya. Biar aku saja yang merasakan sakitnya".
Teringat saat2 proses melahirkan, mamah berkata "Ya Allah, biar aku saja yang merasakan mulas dan sakitnya teteh melahirkan"
Subhanallah...
My little Anggi, cepet sembuh yah..biar bisa jadi suster dede imma lagi.

Begitu juga dengan ibu mertuaku...
Demi cucunya, dia rela menempuh perjalanan jauh menyeberang laut dan pulau meski kesehatannya tak mendukung.
Tapi Allah mengizinkan untuk bisa merawat cucunya walau hanya 3 minggu.
Apa namanya kalau bukan sayang??
Itu juga yang dilakukannya kepada Adi (adik iparku). Dia rela meningggalkan semua kegiatan di Sengkang untuk menemani dan merawat Adi di makassar.
Tidak mau sedetikpun meninggalkan anaknya.

Mom...
I Love u...

Rabu, 08 Juli 2009

Imma in Action






--> Imma 1 hari


















--> Imma 2 hari









Imma bis "nenen". Tuh susunya belum dilap..hehehe
















Imma 6 hari








Tawa Imma dalam kegelapan. Serem tapi tetep lucu..









Ngeledek bundanya "Imma gak mau nenen weks...udah kenyang"















Gaya Imma bobo










"Waduh pupu...malu Immanya... nanti kita kena razia ciuman"

Rabu, 01 Juli 2009

Perjuangan Bunda Imma

Selasa, 23 Jun 09

Siang itu, aku dapat kabar dari mas anggi kalau istrinya sudah melahirkan hari itu. Lalu, kakak mengabari Fatimah (sepupuku di Sengkang) juga baru saja melahirkan.
Bahagia sekaligus khawatir karena mereka bersamaan denganku juga waktu perkiraan lahirnya. Tapi sampai hari ini, tanda-tanda melahirkan pun belum aku rasakan.
"Tinggal aku yang belum melahirkan". Aku mulai resah.

Sorenya, jadwal kontrol ke dr. Lina di Sukamiskin. Kebetulan dr Lina baru datang hari Korea selama seminggu, dan baru praktek hari ini.
Mungkin, Imma lahir nunggu dokternya datang kali yah...
Kali ini aku berharap sudah ada tanda-tanda menuju kelahiran.

Saat pemeriksaan, dokter melakukan pemeriksaan dalam. Linu banget. Dan dokter bilang kalau sudah ada pembukaan 2cm. Dokter mengeluarkan tangannya yang berlumuran darah.
Uih...linu sekali aku lihat darah itu. Dokter bilang "Ini efeknya 2-3 hari. Kalau ada darah keluar itu wajar. Kalau sudah ada kontraksi yang semakin sering, baru tanda2 melahirkan".
Aku pulang dengan hati berdebar karena ini berarti tidak lama lagi. Dari yang aku tahu dan aku baca, pembukaan 1-4 antara 12-24 jam. dan aku berharap besok aku sudah bisa melahirkan dengan lancar.

Sampai rumah, rasa sakit akibat pemeriksaan dalam tadi masih aku rasakan. Dan aku sugestikan sebagai kontraksi. Malam itu aku tidak bisa tidur karena gelisah dan terus masih kesakitan. Rasa sakit itu semakin lama makin sering.
Aku takut kalau ini tanda-tanda melahirkan. Jam 12an, aku bangunkan kakak dan mamah untuk ke rumah sakit. Lalu aku sms dr Lina tentang apa yg aku rasakan.
Kami sangat senang karena sebentar lagi, Imma akan lahir.

Sesampainya di rumah sakit, bidan langsung memeriksa keadaanku dan bayiku, mulai dari NST (periksa kesejahteraan bayi), denyut jantung bayi, tes darah, tensi, sampai pemeriksaan dalam. Bidan bilang masih pembukaan 2. Lalu aku dinfus induksi dengan kadar yang masih rendah.
Kami selalu berdoa. Kakak dan mamah tidak pernah meninggalkanku. Mereka selalu di sampingku. Malam ini, aku tidak bisa tidur karena terus merasakan sakit dan rasa mulas pengaruh dari induksi. Setelah beberapa lama, tidak ada tambahan pembukaan. Masih di pembukaan 2. Aku makin resah karena seharusnya dengan induksi ini Imma sudah lahir.
Apalagi, sudah banyak orang yang baru datang, tidak lama masuk kamar bersalin, lalu melahirkan. Ada sekitar 5 orang malam itu yang telah melahirkan mendahuluiku. "Imma sayang, ayo donk..kenapa gak keluar2??"
Kakak dan mamah pun tidak dapat tidur. Kasian mereka..

Rabu, 24 Jun 09

Sampai pagi, belum ada perkembangan dari pembukaanku. Masih di pembukaan 2. Ya Allah...padahal aku udah setengah mati nahan rasa mulas induksi yang kadarnya terus ditambah, apalagi tadi malam aku tidak bisa tidur sama sekali jadi rasa lelah ini semakin terasa.
Dokter menawarkan untuk induksi balon. Aku teringat Teh Ineu yang saat melahirkan juga sempat memakai induksi jenis ini. Kakak sempat putus asa juga melihat aku terus menderita karena induksi. Sampai dia bilang "Cecar aja daripada nahan sakit2 gini". Tapi aku masih berusaha untuk normal, karena aku yakin aku pasti bisa. Hanya tinggal menunggu waktu saja.
Setelah melakukan beberapa tes seperti biasa, menjelang dzuhur akhirnya dilakukan induksi balon. Bidan memasukkan alat yang telah diisi air berbentuk seperti balon. Induksi balon ini efektif sampai pembukaan 6 saja. Biasanya pasien dengan alami menuju pembukaan selanjutnya sampai ke pembukaan 10.
Setelah dilakukan induksi balon, subhanallah...rasa mulas dan sakitnya melebihi rasa sakit diinduksi biasa. Lama sekali sampai di pembukaan 6. Menjelang malam, baru sampai di bukaan 6. Sedangkan pasien lain, sudah bayak juga yang sudah melahirkan. Kakak dan mamah makin resah melihat keadaanku yang seperti ini.
Kakak terus menerus tilawah dan mengajak Imma ngobrol agar cepat lahir, mamah pun tak ada hentinya berdzikir. Sampai malam, belum ada tambahan pembukaan. Masih di pembukaan 6. Malah sampai Kamis pagi, pembukaan malah menysut menjadi pembukaan 4. Ya Allah...kenapa Imma belum juga keluar?? Terkadang kami sempat berpikir, bahwa ke rumah sakit selasa malam itu adalah pilihan yang salah.
Karena sebenarnya memang belum waktunya aku melahirkan.

Kamis, 25 Jun 09

Kamis pagi, masih belum ada tanda2 melahirkan. Rasanya, rasa mulas yang aku rasakan dari kemarin sia-sia saja. Bahkan hasil balon yang sempat sampai pembukaan 6, malah menyusut menjadi pembukaan 4. "Udah mules setengah mati, masih di pembukaan 4".
Tapi, aku masih berusaha dan berjuang untuk normal. Kakak, mamah, dan papah yang kebetulan malam datang ke RS terus memberiku semangat dan doa. Sehabis mandi pagi, aku sempat jalan cepat mengelilingi ruangan di lantai 2. Bahkan sampai lantai bawah dan naik turun tangga hingga lantai 4 karena masih berharap bisa mulas normal dan melahirkan normal dengan cepat.
Namun, setelah pemeriksaan dalam, tidak ada juga tambahan pembukaan. Dokter menyarankan untuk pecahkan ketuban. Namun batasannya sampai 18 jam. Kalau sampai 18 jam belum juga melahirkan, jalan lain adalah harus cecar. Ya Allah, sepertinya dengar kata cecar adalah hal yang sangat mengerikan. Entah mengapa aku begitu teguh untuk normal. Kakak sudah hampir putus asa melihat penderitaanku sampai sempat menyarankan cecar saja.
Jam 10, dr Lina sendiri yang memecahkan ketubanku. Air ketubanku masih banyak dan masih jernih. Tinggal menunggu waktu sampai Imma lahir. Ya Allah...rasa sakitnya gak bisa ditahan. Tapi aku terus berusaha untuk menahan. Kadang, teriakan rasa sakit keluar dari mulutku. Suster, bidan, dan dokter terus memberiku semangat.
Dzuhur berlalu, ashar berlalu, menjelang maghrib, saat pembukaan 6 aku masuk ke kamar bersalin. Kakak, mamah, dan papah terus mendampingiku. Pembukaanku berjalan sangat lambat. TEman sebelah kamarku yang baru saja dipecahkan ketubannya, kurang dari 1jam sudah melahirkan. Tapi aku?? Sampai maghrib, belum juga ada tanda2 melahirkan. Kakak bilang "Sabar sayang, maghrib juga udah keluar". Tiap saat aku lihat jam, sampai maghrib, pembukaanku masih belum lengkap. Akhirnya setelah adzan Isya, aku merasakan rasa mulas yang teramat sangat, dan ada rasa ingin mengejan (rasa seperti ingin buang air besar).
Setelah dicek, pembukaan sudah lengkap. Dokter belum datang, masih dalam perjalanan, tapi bidan menyuruhku untuk menahan mengejan. Tapi aku tidak tahan. Lalu bidan membolehkan aku mengejan. Sampai dokter datang, semua bidan siap, dokter bantuan siap, tim perawat bayi siap. Tinggal menunggu Imma lahir.
Mamah dan kakak mendampingiku. PApah di luar karena tidak diperbolehkan masuk. Aku mulai berjuang. Aku seperti kehabisan tenaga, karena mengejanku tidak maksimal padahal aku sudah merasa maksimal. Mungkin karena menahan rasa mulas selama 2 hari ini. Subhanallah rasa sakit ini...Dokter dan bidan yang lain terus memberiku semangat. "Ayo sedikit lagi, rambutnya udah keliahatan". Namun proses mengejanku terus berhenti, bahkan dokter dan bidan yang lain sempat beristirahat karena capek menungguku.
Sampai 1 1/2 jam lebih aku terus mengejan. YA Allah, aku benar2 berjuang melawan maut. Kakak selalu bilang "Bayangkan Imma sudah lahir". dalam hati aku terus berkomunikasi dengan Imma "Sayang, ayo bantu bunda...Imma harus cepat keluar". Semua teori tentang relaksasi melahirkan, pernafasan, semuanya hilang. Dengan pengejanan yang terakhir, Imma lahir...Alhamdulillah...akhirnya....Pukul 20.15
Tangisan Imma membuat segala rasa sakit ini hilang. Keletihan berganti menjadi keceriaan. Tampak kakak dan mamah sangat senang, dan mereka berdua menciumku...Terima kasih ya Allah atas segala karuania-Mu, dan Engkau benar-benar Maha Pengasih dan Penyayang. Engkau masih memberikanku kesempatan untuk merawat si kecil Imma.
Air mata bahagia pun menetes dari mataku...Alhamdulillah....

Rabu, 17 Juni 2009

Raihlah Impianmu !

Ada yang bilang "Bermimpilah karena bermimpi itu gratis!"
Dan orang-orang yang punya impianlah yang bisa sukses.
Kebanyakan orang gagal karena bermimpi saja mereka tidak mau.
Dengan impian ini, jiwa kita ter-sugesti untuk bisa meraih impian tersebut.
Saat jiwa kita down, kembali kita ingat impian kita. Dan hipnotis diri kita bahwa kita bisa meraih itu. Kekuatan itu sebenarnya ada pada diri kita, dan hanya diri kita yang bisa membangkitkan jiwa yang mati itu. Dengan mengingat kembali impian kita, apapun usaha kita nanti pasti lebih kita nikmati. Ikhtiar kita adalah usaha semaksimal mungkin. Untuk hasilnya, semua kembali kita serahkan pada Allah. Karena kita hanya manusia yang bisa berencana.

Buat targetan2 dalam hidup ANDA, baik jangka pendek maupun jangka panjang! Setelah itu, maksimalkan usaha ANDA untuk meraihnya.

Mau intip impian2 ku??

- Januari 2010
Punya usaha yang bisa jadi tumpuan hidup penghasilanku tiap bulan, jadi bisa resign dari perusahaanku bekerja.
Lebih enak berwirausaha sambil ngurus anak.Hehehe


- Mei 2010
Kendaraan roda 4--> Honda accord impianku..







- November 2011
Penambahan bangunan rumah.
Berhubung rumahku masih tipe 42, dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur,rencananya ada penambahan ruangan di lantai 2.








- 2012

Naik haji bareng suami dan ayah mertua.

Rabu, 10 Juni 2009

"Tidak Semua Orang di Penjara itu Penjahat"

Dunia memang sudah semakin EDAN. Mungkin ini memang salah satu kiamat dimana orang yang tidak bersalah dinyatakan bersalah, dan kebanyakan pemimpin adalah orang yang dhalim. Masya Allah...

Bagi sebagian orang mungkin penjara adalah tempatnya orang-orang jahat. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Toh sekarang jelas banget yang tidak bersalah malah masuk penjara, dan yang salah malah tertawa2 di luar penjara, parahnya mereka makin merajalela melakukan kejahatannya. Mereka menang karena mempunyai UANG yang lebih banyak. ITU SAJA!! Dimana keadilan di dunia ini?? Memang hanya Allah lah yang bisa mengadili umatnya dengan seadil-adilnya.

Teringat kisah teman yang ayahnya masuk penjara karena tuduhan korupsi. Lawan yang iri dengan jabatannya menjebloskan dia ke dalam penjara karena lawan tersebut punya uang yang cukup banyak untuk menyuap orang-orang yang bersangkutan hingga si Bapak masuk ke dalam penjara. Kekayaan si Bapak Ludes habis diperas orang-orang GILA. Tapi Bapak tidak bisa berbuat apa-apa, parahnya lagi orang-orang yang tahu sebenarnya lebih memilih diam, dan tidak membela Bapak sedikitpun.

Orang-orang GILA itu hanya tertawa meliahat Bapak masuk ke dalam penjara. Mereka tidak memikirkan nasib keluarga si Bapak. Bagaimana hidup istri dan anaknya yang hidup dengan label suami dan ayah mereka adalah seorang koruptor. SAKIT banget kan?? Padahal bukan itu yang sebenarnya terjadi. Dan semua orang pun tidak tahu apa yg sebenarnya terjadi karena orang-orang diluar sana hanya tahu, yang masuk penjara adalah orang-orang Jahat.

Namun, Allah Maha Adil. dan Allah menunjukkan kekuasaanNya.
Beberapa lama setelah Bapak masuk penjara, ada kabar bahwa orang-orang yang menjebloskan Bapak ke dalam penjara, meninggal dengan sangat tragis.
Bapak 1 : meninggal karena sakit yang sangat parah dan kuburannya ditimpa oleh pohon besar.
Bapak 2 : meninggal karena kecelakaan tragis
Astaghfirullah.....entah ini mungkin karena kebetulan saja...atau Allah benar-benar menurunkan azabnya kepada mereka di dunia??

Untuk orang-orang yang sedang dalam keadaan tertekan karena difitnah, tetaplah bersabar. InsyaAllah memberikan jalan keluar bagi setiap masalah yang ada karena Allah Maha Adil. Serahkan semuanya hanya kepada Allah. Hanya Dia yang bisa menolong kita. Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang sabar dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin..