Belum sebulan cobaan kami hadapi, hari ini ditambah lagi.
Belum selesai ingatan Adi pulih kembali, hari ini Ibu masuk rumah sakit.
Ya Allah kenapa lagi ini??
Dalam hati aku hanya bisa berkata "Hadapi saja semua ini bagai air mengalir. Tidak ada yang bisa kita lakukan, hanya berserah diri dan berdoa. PASRAH".
Kasian melihat suamiku. Ingin sekali rasanya kami selalu ada di samping mereka saat2 seperti ini, namun kami terpisah pulau yang tidak segampang itu untuk sampai kesana. Harus cuti lah, belum lagi masalah biaya, yang sekarang saja kami persiapkan untuk biaya melahirkan bulan depan.
Beberapa hari yang lalu, darah ibu tinggi sekali sampai 140/70. Padahal normalnya cuma 120/70. Ibu mengeluh sering pusing, mungkin karena terlalu capek setelah mengikuti acara walimahan Kak Isma. Salahnya, tadi malam mungkin karena pusingnya kambuh lagi, ibu tidak nafsu makan. Sampai sarapan pagi hari ini pun, ibu tidak mau dan makin salahnya langsung minum obat.
Reaksi obat yang agak tinggi itu membuat tubuh ibu lemas, dan deman tinggi setelah meminumnya.
Ayah dan Adi langsung membawa Ibu ke Rumah Sakit Faisal Makassar. Dokter bilang yang kebetulan masih saudara, keadaan ibu tidak apa2. Jadi ibu hanya diinfus.
Keadaan ibu makin membaik. Ibu sudah mau makan. Mudah2an Ibu bisa cepat pulih dan cepat keluar dari rumah sakit. Rencananya setelah Adi ujian, mereka langsung menuju Bandung menengok cucunya yang baru lahir ini.
Teringat 1 tahun yang lalu, sekitar tanggal ini juga cobaan kami hadapi. Aku, ayah, dan ibu masuk Rumah sakit PELNI Jakarta secara bersamaan menjelang kepulangan Ibu dan Ayah ke Makassar. YA Allah...
****
Tentang Imma, Imma sudah menginjak 35 minggu sekarang. Gerakan Imma semakin kuat. Tak pernah satu menitpun tidak ada gerakan. Dalam keadaan bagaimanapun, aku selalu merasakan gerakannya. Beratnya sudah 2.6 kilo. Terakhir USG kemarin, posisi Imma masih terlentang. Kata dokter sebaiknya posisinya terlungkup agar mudah melahirkan. Tiap hari kami mengajak Imma berkomunikasi, dan kami selalu bilang agar dia berposisi terlungkup. Mudah2an saat melahirkan nanti semuanya dipermudah. Amin....
****
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar