Minggu, 03 Mei 2009

Masih tanpamu..

"Bunda...bangun..dunk..", pagi2 kk sudah telp.
Sambil lihat jam ternyata sudah pukul 04.53. Ya Allah, aku telat bangun.
"Iya ayah...bunda telat bangun.."
"Imma udah bangun belum??"
"Udah bangun dunk, dia mah udah bangun dari tadi", jawabku.

****
Aku melakukan aktifitas pagi seperti biasanya. Nonton, "Mamah & Aa", nonton berita, minum susu, sarapan pagi.

Bedanya : Pagi ini, aku tidak membuatkan ayah teh panas, ayah juga gak buatin Bunda ma Immanya shake. Tugas ayah tiap pagi memang membuatkan shake buat Bunda ma Imma.
Bedanya lagi, aku ke kantor gak sama ayah, tapi sama Pak Haris.
Padahal biasanya selama perjalanan ke kantor, kita hitung jumlah orang gila.

****

Hari ini Milad Ibu "Met milad ibu..."
sedih...apalagi teringat 1 taun yg lalu, ditanggal2 ini juga menjelang pernikahanku, ibu masuk ICU. sama ditanggal 4 Mei juga saat Milad ibu, ibu di rumah sakit. Dan sekarang, adi yang di rumah sakit.
Sedih sekali rasanya, apalagi besok berarti ulang tahun pernikahan kita yang pertama.
"1st anniversary"
Ayah besok udah di Bandung belum yah?? Mudah2an besok ayah udah pulang, dan di sana udah beres.

****

Ya Allah, jika ini adalah azab dariMu, mudah2an bisa menjadi penghapus segala dosa kami.
Namun jika ini adalah ujian dariMu, berikanlah kami kesabaran dan kekuatan untuk bisa melewati ini semua, dan kami bisa lulus ujian dariMu, seperti kekuatan untuk lulus di ujian-ujian sebelum ini yang pernah Engkau berikan. Amin...

Lindungilah suamiku dan keluarga kami dimanapun mereka berada.
Hanya Engkau yang bisa melindungi mereka dari apapun juga.
Hanya Engkau yang bisa menjaga mereka dari apapun juga

Engkau yang Maha Mengatur segalanya...
Engkau yang punya Skenario kehidupan ini...

****
"Dorr...ayo imma ketangkep kakinya. hehehe. imma gi belajar ya?? ayo belajar apa?? cucah gak?? pucing imma nya??"

Itu sms kakak. Biasanya kita main tangkep2an kaki ato tangan ma Imma. Gerakan Imma makin lincah. Kalo kakinya ato lututnya nonjok, suka ketangkep.

****

Hari ini, infus adi sudah dicopot, namun dokter belum memberikan analisa apa2.
Entah, kami juga bingung...
Aku hanya terus menunggu kabar baik dari seberang sana.
Aku yakin Allah menolong kami...

****
15.43
Barusan kakak telp. Kasian kakak.
Capek sekali nada suaranya. Infus Adi sudah dicabut, tapi malah demam.
Besok kakak sudah haru pulang, karena harus kembali bekerja. Lalu, siapa yang akan temani ibu, ayah sengkang, dan mengurus semuanya disana ?
Kasian kakak. Beban pikirannya bertambah, belum lagi tubuhnya yang semakin lelah.
Seandainya aku berada di dekatnya, setidaknya aku bisa membantu mengurusinya, atau menghiburnya. Atau aku malah menambah bebannya yah ?? Bisanya hanya menangis.

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar