Sangat berbeda pagi ini aku bangun dari biasanya. Ayah tidak ada disampingku.
Biasanya jam 4.15 aku sudah bangun, sholat tahajjud, lalu sholat subuh. Ayah masih berbaring di kamar. Sampai aku selesai mengerjakan semuanya, mencuci piring, beres2, dll, biasanya ayah langsung memanggil dari kamar "Nda...bunda...cini...", dengan manjanya dia terus memanggilku.
"Assalamualaikum ayah sayang...", lalu aku mencium kening, bibir, pipinya, semua2 nya...
"Waalaikumcalam...imma udah bangun belum??", masih dengan nada manjanya sambil mencium2 perutku.
"Imma udah bangun pagi2. udah sholah subuh, ayah...ayo kita jalan2..."
"Iyah. kita jalan2 yah. air panas ayah mana??", biasanya pagi2 ayah selalu minta dibuatkan air teh panas.
"Udah sayang...udah bunda buatin. Ayo bangun sayang.."
Rutinitas pagi seperti itulah yang ada dalam rumah tangga kecil kami.
Bagaimana aku tidak merindukannya, ketika dia tidak ada??
Seperti pagi ini...
Dan ayah tidak menemaniku jalan pagi sama Imma.
******
Mamah, papah, dan adik2ku pulang sore. Dan enin yang menemaniku sampai kakak datang.
"Cepi lagi deh di rumah..", biasanya kata2 itu yg keluar dari mulut kk saat papah mamah pulang dari kunjungan rutin ke rumah.
Sore, kita 3G-an lagi. "Kangen cekali bundanya ma ayah...". Mungkin itu satu2 nya cara untuk mengobati rasa rindu ini sama kakak. Aku tunjukkan juga perutku seolah2 Imma juga bisa bertemu dengan ayahnya.
Keadaan Adi, semakin membaik, namun masih sering demam.
Mudah2an ingatannya akan segera membaik dan dia kembali mengingat semuanya.
Menjadi Adi yang periang seperti biasanya.
Tiap bangun tidur, Adi selalu lupa kejadian sebelumnya...
Ya Allah...
*****
Malam ini aku tidur lebih cepat, mungkin karena kecapean. Kakak juga disana tidur cepat.
Malam ini enin yang menemaniku tidur.
Dan seperti malam2 biasanya, kami selalu berharap besok ada dari baik dari Adi.
Amin...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar