Sabtu, 02 Mei 2009

Berita duka Jumat

Entah mengapa beberapa hari ini perasaanku tidak enak. Tidur tidak nyenyak, dan sering resah. Termasuk hari Jumat kemarin, 1 Mei 09. Dikantor pun, perasaanku makin tak manentu dan biasanya riang , aku tampak murung. Yang aku pikirkan suamiku. Setelah azan ashar, suamiku telp "Bunda, ayah harus ke makassar sekarang juga. Adi jatuh dari kamar mandi dan sekarang amnesia." Astaghfirullah....semuanya menjawab semua firasatku. Air mata langsung menetes. Saat itu juga aku sms Papah dan Mamah mengabarkan tentang adi dan meminta mereka untuk menemaniku di bandung.

Adi adalah adik iparku di makassar.
Kasian adi.. Padahal kemaren dia masih baik2 saja, dan sempat kami mengobrol dan sorenya sms-an. MasyaAllah..musibah tidak ada yg tau. Semuanya hanya Allah yang tahu.

Setelah shalat ashar, aku telp adi tapi yang angkat telp Hidayat (kakak kelas adi kuliah).
"Adi nya mana?"
"Lagi di kamar mandi, kak."
"Bagaimana keadaanya?"
"Fisiknya baik-baik saja, tapi dia lupa semuanya"
Begitulah pembicaraan kami di telp.

Beberapa menit kemudian, aku telp lagi. Dan adi mengangkatnya.
Secara fisik, adi baik-baik saja, nada bicaranya pun tidak berubah sama sekali.Bahkan dia sempat cengengesan seperti adi biasanya. Tapi dia benar2 lupa semuanya. Dia juga tidak mengenali aku, mengenali suamiku (kk nya sendiri), bahkan orang tuanya.
Ya Allah...mengapa semuanya menimpa adi?? Tangisku terus meledak.
Langsung terpikir di kepalaku, tentang suamiku yang betapa capeknya dia yg segera harus ke mksr, tentang ayah dan ibu jika mengetahui semuanya bahwa anaknya HILANG INGATAN. Bagaimana nasib kuliahnya...dll...semuanya bercanpur di kepalaku menambah kepenatan otakku.

Kasihan Imma (janin dalam kandunganku yang sekarang berumur 7 bulan). Maafin bunda, sayang...bunda gak tahan sampe harus menangis...Kubelai2 perutku yang semakin membesar ini.

Kutenangkan pikiranku, lalu aku sholat ashar dan berdoa mudah2an semuanya akan baik2 saja. Dan semuanya aku serahkan pada Allah, seperti yang selalu papah ingatkan "Semuanya sudah diatur oleh Allah. Kembali kita serahkan pada Allah".
Tak lupa aku pun terus menenangkan Imma "Gak pa2 sayang..bunda gak pa2 kok. Imma baik2 yah. Doain aja om adi baik2"

Pada dasarnya aku memang cengeng apalagi ditambah hamil yang katanya makin sensitif. Dalam keadaan seperti ini, hanya suamikulah yang membuatku "agak" tenang. Dia sama sekali tidak menunjukkan kepanikan yang teramat sangat seperti yg aku alami. Nada bicaranya masih biasa saja. Malah dia sempat tertawa2 dan ngobrol bersama adi sambil tertawa2. Dia yg malah menghiburku, bukan aku yang menghiburnya.

Kak yeni mengantarkan Adi ke rumah sakit. Kita terus menunggu kabar dari Adi. Hasil scan menunjukkan bahwa ada pendarahan sedikit di otak, dan adi butuh dirawat inap. Saat itu ayah dan ibu di sengkang belum tahu keadaan adi. rencananya besok pagi kami baru memberitahu mereka.

Malam ini, seperti malam2 biasa. Suamiku tidur lelap sekali, namun aku tidak bisa tidur sama sekali memikirkan Adi.

Ya Allah mudah2an besok pagi kami mendapatkan kabar baik dari Adi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar