Masih belum ada kabar baik dari Adi.
Pagi ini kami terkejut karena ayah dan ibu sudah diberitahu oleh Papi (adik kandung ibu).
Lalu kami menelpon ayah dan ibu. Dan mereka memutuskan untuk ke makassar saat itu juga.
Subhanallah. Padahal ibu tidak pernah berpergian jauh (hanya saat kami menikah saja). Dan saat itu, kondisi ibu alhamdulillah sehat walafiat. Dan kami sangat mengkhawatirkan kondisi ibu diperjalanan 6 jam menuju Makassar.
Kakak tampak bingung sekali untuk memutuskan pergi ke makassar atau tidak. Gimana gak bingung dia meninggalkan istri yg sedang hamil yg terus menerus menangis.
Namun aku terus coba kuatkan diri agar tidak terus menerus menangis. Dan terus coba meyakinkan kakak bahwa aku tidak apa2 ditinggal, karena mamah, papahku siap menemaniku dirumah.
Akhirnya kk putuskan untuk ke makassar hari ini juga. Setelah dibantu kak Asdar cari tiket, kk memutuskan untuk ambil tiket yg jam 3 sore. Kakak berangkat dari rumah jam 11, diantar pak Haris sampai ke Bandara. Sedih sekali...Selama ini baru ditinggal jauh. Ditinggal malam karena gangguan aja nangis, apalagi ini...
"Jagain bundanya ya, Imma chayank..jangan nakal", katanya sambil mencium perutku.
"Ati2 ya Ayah sayang...", kataku sambil menangis..
Aku tinggal sendiri dirumah. Mamah papah mungkin jam setengah 7an baru sampai ke bandung.
Sepi..sekali...tiap beberapa menit kakak telp atau aku yang telp.
Hal seperti ini yang paling aku benci. SENDIRIAN di RUMAH. Bukan karena takut, tapi sepi.
Mungkin kalo Imma udah lahir, udah gak sepi lagi kali yah...
Aku cuma bisa berdoa...mudah2an Adi cepat pulih kembali...sehat kembali seperti sedia kala.
Jam 18.30, kakak sudah sampai di bandara Makassar. Alhamdulillah...
Kakak langsung menuju ke rumah sakit "Wahidin" Makassar.
Dan aku terus menunggu kabar baik dari seberang sana.
Sementara itu, mamah dan papah sudah sampai di rumah 18.45.
Ternyata adik2ku pun ikut semua, termasuk enin (nenek). Mereka tahu aku sangat sedih, dan mereka mengkhawatirkan karena dari kemarin aku nangis terus.
Kami tidak pernah putus komunikasi dengan keluarga di Makassar. Bahkan sempat juga kami 3G-an untuk mengetahui keadaan di sana.
Sedih sekali lihat kondisi Adi dari kamera 3G kami. Pandangan dia kosong. Mungkin dia bingung siapa kami,dll. Tapi Alhamdulillah keadaan ibu sangat sehat.
Ya Allah, berikanlah kami kekuatan dan kesabaran menghadapi segala cobaanMu.Amin...
Saat malam, mataku lelah sekali namun aku tidak dapat memejamkan mata. Mamah menemaniku tidur. Biasanya, kalau mau tidur kakak yg selalu menemaniku.
"Ayah, bunda ngantuk...kelonin..", manja saat tidurku tiap malam seperti itu...
Biasanya kakak langsung meninggalkan acara TV nya atau laptopnya untuk menemaniku dikamar, sambil mengipasiku karena kepanasan (hamil tua kali yah..), sambil mengelus2 perutku..karena Imma masih terus bergerak aktif padahal aku sudah sangat ngantuk.
Tapi malam ini...bukan kakak yg menemaniku...
Met bobo, Ayah...
Mudah2an besok pagi ada kabar baik dari Adi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar